BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Hakikat Bermain Tenis Meja
2.1.1. Pengertian Tenis Meja
Tenis meja
merupakan sebuah permainan
yang sederhana. “Tenis meja adalah suatu cabang olahraga
permainan yang sulit menentukan kapan, bagaimana dan dari mana asal muasal
permainan tersebut. Menurut Ksnanto
(2010: 20) bahwa “ permainan tenis meja adalah memukul bola kea rah lawan
terus-menerus saling silang hingga bola mati”.
Permainan
tenis meja merupakan suatu permianan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk
memantulkan bola yang dipukul oleh pemain dan harus mampu menyebrangkan bola ke
daerah lawan setelah bola memantul di daerah permainan sendiri. Permianan ini
diawali dengan pukulan dengan pukulan (service)
yaitu, bola dipantulkan di meja sendiri lalu melewati atas net dan memantul di
meja lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola. Pada permainan ini
pemain berusaha untuk mematikan pukulan lawan agar memperoleh angka dari
pukulanya.
Seorang pemain
tenis meja akan dinyatakan memenangkan pertandingan apabilaterlebih dahulu
mengumpulkan angka 21. Apabila suatu saat masing-masing mendapat nilai 20 maka
yang menjadi pemenang adalah pemain yang terlebih dahulu mengumpulkan 2 angka
lebih banyak (Akrosa Abidin 2003: 113). Pendapatg lain menyatakan bahwa suatu
permainan terjadi apabila seorang pemain yang pertama kali mendapatkan poin 11,
kecuali kedua pemain sma-sama mendapatkan nilai 10. Kalau terjadi seperti ini
maka salah satu pemain harus mendapatkan selisih 2 angka di atasnya, (PB.PTMSI,2008/2009;
7) permainan tenis meja dapat dimainkan baik orang tua, maupun anak-anak.
Olahraga ini mudah dimainkan , sarana dan peralatan seperti raket, bet, bola,
serta net. Adapun penjelasan peraturan dalam tenis meja sebagai berikut:
a.
Meja
Gambar
2.1. Lapangan tenis meja
Sumber:
http://i11211501976.files.wordpress.com/2012/10/meja-pingpong2.jpg
1. Meja
berbentuk persegi panjag dengan ukuran panjang 247cm, lebar 152,5cm, dan tinggi
76cm.
2. Jarring
(net) termasuk tali pegantungnya dengan panjang 183cm, dan tinggi 15,25cm.
b.
Bola

Gambar
2.2. bola tenis meja
Bola yang digunakan
berbentuk bulat dengan diameter 40 mm, beratnya 2,7 gram, berwarna orange atau
putih yang te
Terbuat dari celulos (celluloid) atau sejenis
bahan plastik. Ditengah biasanya
terdapat logo atau gambar yang gunanya
untuk mengetahui arah perputaran bola.Dari
pengertian di atas
dapat diambil kesimpulan
bahwa permainan tenis meja
merupakan suatu permainan
yang menggunakan meja
sebagai tempat untuk memantulkan
bola yang dipukul
oleh pemain yang menggunakan bet
dan harus mampu
menyebrangkan bola serta mengembalikan bola
ke arah lawan
setelah bola itu
memantul di daerah pemain
sendiri. Sehubungan dengan
hal tersebut keterampilan dasar
yang baik dan benar didukung pula oleh teknik-teknik yang lain, antara
lain yaitu: pegangan bet, posisi
atau sikap badan
saat bermain, jenis
pukulan, dan kelentukan
pergelangan tangan.
b. Net
Net
pada tenis meja mempunyai panjang 1,83 meter dan tinggi 15,25 cm. Di tengah-tengah
meja tenis terdapat
dua tiang penyangga
yang dijepitkan pada meja
yang berfungsi untuk
membentangkan net. Net/jarring pada
tenis meja pada
dasarnya sama dengan
net yang digunakan pada tenis lapangan,
hanya ukuranya yang berbeda.
c.
Raket/Bet

Gambar
2.3. bed tenis meja
Sumber:
http://forumkami.net/peralatan-olah-raga-tenis-meja.html
Raket/Bet
yang digunakan terdiri dari berbagai ukuran, bentuk atau berat. Bidang bet
terbuat dari kayu/serat
karbon, tebal, rata
dan keras serta
pegangannya berwarna. Sisi
bet terdiri dari
dua bagian yaitu
kayu dan karet.
Ketebalan daun raket
minimal 85% tersebut
dari kayu; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang
berserat fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan
tersebut tidak lebih dari 7,5% dari
total ketebalan 0,35
mm. Karet ada
dua jenis yaitu
karet berbintik panjangnya tidak
lebih dari 2
mm dan karet
berbintik ke dalam ketebalanya tidak melebihi 4 mm.
2.1.2.
Teknik Bermain Tenis Meja
Agar dapat
bermain tenis meja
dengan baik dan
berprestasi secara optimal, pemain
diwajibkan menguasai semua
teknik pukulan dasar.
Ada beberapa macam teknik
dasar dalam permainan
tenis meja yang
semua teknik tersebut sangat
mendukung dalam permainan.
Menurut Achmad Damiri dan Nurlan
kusnaidi (1991:45), “Pada pokoknya
teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi:
(a) Grip (pegangan),
(b) Stance (posisi
badan), (c) Stroke (pukulan), (d)
Footwork (gerakan kaki)”.
a. Grip (pegangan)
Grip atau
pegangan merupakan factor
yang sangat penting
dalam hampir semua permainan
yang menggunakan raket/pemukul. Cara memegang
bet inilah yang
akan mentukan teknik
permainan dan cara mengembangkan permainan. Jika sejak
semula cara memeg ang bet sudah
salah, kemungkinan permainan
tersebut akan menghadapi
kesulitan dalam mempelajari
teknik-teknik permainan selanjutnya.
Menurut Larry Hodges (15-20), dalam permainan tenis meja ada tiga pegangan atau grip yaitu:
1) Shakehand
grip
Shakehand grip
artinya pegangan bet
seperti kita bersalaman (berjabat
tangan). Adapun cara
memegang shakehand grip
jari-jari tangan tersusun seperti
sedang berjabat tangan.
Ibu jari dan
telunjuk terletak paralel menjepit
daun raket, sedang
jari lainnya secara bersamaan memegang tangkai bet.

Gambar
2.4
Pegangan
Shakehan d sisi
Forehand dan pegangan Shakehand sisi Backhand
Sumber:
(muhajir,2007:29)
2) Penhold
grip
Penhold Grip
artinya Pegangan tangan
seperti memegang sebuah pensil,
dengan ibu jari
dan telunjuk hampir
bertemu pada permukaan bet
yang digunakan untuk
main dan tiga
jari lainnya memberikan bantuan
pada permukaan bet
yang tidak dipergunakan untuk main.

Gambar:
2.5
Pegangan
Penhold dari depan dan Pegangan Penhold dari belakang
Sumber:
(muhajir, 2007:29)
b. Stance (sikap
atau posisi bermain)
Stance adalah
posisi kaki, badan
dan tangan, pada
saat siap menunggu bola atau pada
saat memukul bola (Achmad Damiri, 1992:55).Menurut Achmad Damiri (1992:55-59),
Ada beberapa stance
yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja, yaitu:
1) Square stance
Sequare
stance adalah posisi badan menghadap
penuh ke meja, baiasnya posisi ini digunakan untuk siap menerima service
dari lawan atau siap kembali
setelah mengembalikan pukulan
dari lawan. Pada waktu melakukan square stance, berat badan seimbang, berada pada kedua telapak
kaki, kedua lutut
bengkok, kedua lengan
bawah posisinyta horizontal, sedangkan
lengan atas vertical.
Badan sedikit dicondongkan ke
depan. Posisi ini
memungkinkan pemain cepat bergerak ke
berbagai arah, dan
dapat mengembalikan bola
lawan dengan pukulan forehand ataupun backhand.
Gambar 2.6
Posisi
Menghadap Penuh Ke Meja Square Stance
Sumber:
(Muhajir, 2007:30)
2) Side stance
Side Stance
adalah posisi badan menyamping, baik ke samping kiri maupun
ke samping kanan.
Pada Side Stance
jarak antara salah satu
bahu ke meja
(ke net) harus
ada yang lebih
dekat, misalnya stance untuk
forehand stroke bagi pemain
tangan kanan, bahu kirinya lebih
dekat ke net,
dan kaki kirinya
harus lebih dekat
dengan net. Posisi ini
digunakan hampir untuk semua gerakan memukul, kecuali pada saat menunggu
bola.
Gambar 2.7
Gambar 2.7
Side
Stance untuk Pukulan Backhand
Sumber:
(Muhajir,2007:30)
3)Open Stance
Open Stance
adalah modifikasi dari
Side Stance. Posisi
badan sedikit dicondongkan ke
depan, bengkokkan lutut
dan angkat bet mendekati base line.
c.Stroke (pukulan)
Teknik pukulan
merupakan salah satu
teknik dasar dalam permainan tenis
meja disamping teknik
dasar lain yang
harus dikuasai oleh pemain
tenis meja. Menurut
Alex Kertamanah (2003
: 52), ”Ada beberapa
jenis pukulan yang
dikenal dalam olahraga
tenis meja, tidak kurang
pula berbagai bentuk
pukulan yang hampir
serupa namun mempunyai unsureyang
berbeda-beda”. Pada dasarnya jenis-jenis pukulan itu antara lain
: Drive, Push, Block, Smash, Hit, Service, Menurut Larry
Hodges (1996 : XI),“Teknik pukulan
merupakan salah satu teknik
dasar dalam permainan
tenis meja disamping
teknik dasar yang lain
yang harus dikuasai
oleh pemain tenis
meja”. Pukulan (stroke) dalam
permainan ada berbagai teknik antara
lain: Service, Block, Loop, Flip, Chop,danSmash. Menurut Ahmad
Dhamiri (1992:59), “Teknik
pukulan dalam permainan tenis
meja antara lain: push, block, choop, servis, flat, caunter hiting, topspin,
drop shot, chooped smash, looped drive, drive, dan filck”.Sedangkan menurut
Sutarmin (2007:27), ”Dalam
permainan tenis meja ada
beberapa jenis pukulan
antara lain: pukulan
drive, pukulan push, pukulan
chop, dan pukulan block”.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
jenis-jenis pukulan dalam permainan
tenis meja antara
lain: drive, push,
block,smash, service, chop,dan loop.
2.1.3. Teknik Pukulan dalam Tenis Meja
a.
Drive
Drive
adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah
serong ke atas
dan sikap bet tertutup (Achmad
damiri, 1992: 95)Menurut
Sutarmin (2007: 27),
“Drive adalah gerakan
bet dipukulkan pada bola, dengan gerakan dari bawah serong ke atas dan posisi
bet dalam keadaan tertutup”.Sedangkan menurut Alex Kertamanah (2003: 52), Drive adalah pukulan yang paling kecil tenaga
gesekannya.Jadi dari pengertian
di atas dapat
disimpulkan pukulan driveadalah
teknik pukulan dengan
tenaga gesekan paling
kecil yang gerakan bet dari bawah
serong ke atas dan keadaan sikap bet tertutup.Drive sering
disebut juga lift,
merupakan dasar dari
berbagi jenis pukulan serangan.
Dengan ini pukulan
drive disebut sebagai teknik dari
pukulan serangan. Drive
merupakan salah satu
teknik pukulan yang sangat penting untuk menghadapi permainan defensife. Pukulan drive
ini memiliki beberapa
segi bentuk perbedaan.
Keistimewaan dari pukulan ini adalah:
a) Tinggi atau rendah terbang bola di atas
ketinggian garis net mudah dikuasai.
b) Cepat dan lambat lajunya bolatidak akan susah
dikendalikan.
c) Bola bersifat membawa sedikit perputaran.
d) Bola drive tidak mengandung tenaga yang tidak
terlalu keras.
e) Dapat
diluncurkan di setiap
posisi titik bola
di atas meja
tanpa merasakan kesulitan terhadap
bola berat (bola-bola
yang bersifat membawa perputaran),
ringan, cepat, lambat,
tinggi maupun rendah, serta
terhadap berbagi jenis putaran bola.
b.
Push
Pukulan push
berasal dari perkembangan teknik
blok, sehinggasering disebut
pukulan push block. Pada dasarnya pukulan push
atau pukulan mendorong sangat bervariasi yang meliputi : push datar,
pushmenggesek, dan lain-lain. Pukulan-pukulan push
biasanya merupakan pukulan
jarak dekat dan
jarak tengah. Teknik
ini merupakan teknik pukulan bertahan
yang paling penting
dan berperan aktif
dalam permainan. Menurut Alek
Kertamanah (2003:52), “Pukulan
push merupakan pukulan mendorong yang digunakan untuk jarak
tengah”. Menurut Achmad
Damiri (1991:59), “Push
adalah teknik memukul bola
dengan gerakan mendorong,
dengan sikap bet terbuka”.Sedangkan menurut Sutarmin
(2007: 27), “Push adalah gerakan
bet gerakan memukul
bola yang datang
dari arah lawan
didorong dengan bet dengan posisi bet terbuka”.Jadi dari
pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa
pukulan push adalah pukulan
mendorong dengan posisi
bet terbuka yang digunakan untuk pukulan jarak tengah.
Keistimewaan pukulan push antara lain adalah:
a) Bola
penuh dapat dijadikan
alat yang bersifat
penjagaan untuk melewati situasi
transisi, yang dapat
juga diubah menjadi
satupukulan mendorong menjadi serangan balik.
b) Bola
push termasuk bola
polos, dengan bola
bertahan yang mengandung arti
serangan balik.
c) Pukulan
push dimainkan pada bagian backhand,
pada yang umumnya untuk
mewakili backhand half
volley bersifat mencuri kesempatan
untuk membangun melancarkan
serangan forehand.Teknik pukulan ini merupakan salah satu pukulan yang
penting bagi para pemain
serang cepat didekat
meja, khususnya yang berpegangan penhold.
c. Block
Pukulan block
termasuk jenis pukulan
bertahan dan digunakan pada saat
berada posisi terserang
untuk menghambat serangan lanjutan. Menurut
Achmad Damiri (1991:59),
“Block adalah teknik memukul bola
dengan gerakan menstop
bola atau tindakan membendung bola dengan sikap bet
tertutup”.Menurut Larry Hodges (1996 : 72), “Block
adalah pengambilan yang
cepat, segera setelah
bola memantul dengan
pukulan yang agresif yang
dilakukan dengan memegang
bet dalam jalur
gerakan bola”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007:29), “block adalah pukulan bola dari
arah lawan dapat
diblok dengan cara
bola ditutup dengan bet”.Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan, block adalah gerakan menstop bola dengan pengambilan yang cepat
setelah bola memantul dan posisi bet tertutup.Block selalu
digunakan dekat meja,
sehingga sering disebut block
pendek. Ada dua
macam pukulan block
yaitu block datar
dan block redam. Pukulan block termasuk jenis pukulan pertahanan, sering
kali digunakan pada
saat berada dalam
posisi terserang, dan
sangat berguna untuk merintangi
atau menghambat serangan
lanjutan. Pada umumnya block
digunakan di bagian
backhand, tetapi tidak
jarang pula menggunakan bagian forehand.
Keistimewaan block antara lain adalah:
a) Termasuk
bola polos, dan
salah satu taktik
untuk bertahan darijarak dekat meja.
b) Keseluruhan
block pada prinsipnya
mengembalikan bola dengan cara menggunakan ataumeminjam
datangnya tenaga desakan bola serangan
lawan, jika mampu
secara tiba-tiba mengubah arah
titik penempatan bola, sehingga cara memblokir tersebut akan menjadi
pukulan serangan block.
d. Smash
Bola untuk pukulan
samsh memerlukan tenaga besar yang akan menghasilkan bola cepat dan mematikan. Pukulan smash
merupakan pukulan
perkembangan dari pukulan
hit dan tipe
putaran bolanya termasuk bola
polos. “Smash adalah
bola dipukul dengan
kecepatan yang cukup sehingga
lawan tidak dapat
mengembalikannya”, (Larry Hodges,
2007:XIV). Menurut Alek Kertamanah
(2003:35), “Smash disebut
juga pukulan pembunuh bola atau pembantai bola dengan tenaga serangan
paling besar dan sangat menyita stamina”. Jadi
dari pengertian di
atas bahwa smash
adalah bola yang dipukul derngan tenaga besar dan dengan
kecepatan yang cukup yang menghasilkan bola cepat dan mematikan.Smash ada
dua macam yaitu pukulan smash
forehand dan pukulan smash
secara backhand. Smash
forehand menghasilkan
serangan yang paling
bertenaga yang selalu
bersamaan dengan langkah ke
depan sambil telapak
kaki dihentakan ke
lantai. Pukulan ini sering
menentukan suatu kemenangan
maupun kekalahan dalam bertanding. Pukulan
smash forehand apabila dapat
dihalu oleh lawan maka pukulan susulannya
akan lebih tajam
dai pada serangan pertamanya. Smash
forehand mengandung hawa
pembunuh yang sangat mematikan,
karena dalam prosesnya
menggunakan kekuatan seluruh anggota
dan gerakannya lebih
besar dan cepat
dari pada pukulan hit.Dalam pertandingan
para pemain berupaya
untuk melancarkan serangan maupun
pertahanan. Keseluruhannya menggambarkan hanya untuk mencari
peluang terciptanya satu
pukulan smash yang mematikan. Pukulan smash
yang keras dan Square Stance mematikan sering terlihat dari pukulan smash forehand.
e. Service
Service sering
kali difungsikan untuk
dijadikan bola serangan pertama, bola-bola umpan, dan
mencegah atau menghindari serangan pertama
dari lawan. Menurut
Achmad Damiri (1991:72),
“Serviceadalah teknik memukul
untuk menyajikan bola
pertama ke dalam permainan, dengan cara memantulkan
terlebih dahulu bola tersebut, ke meja servis, kemudian harus melewati atas net
dan akhirnya memantul di meja lawan”.
Sedangkan Menurut Larry
Hodges (1996 : 11),
“Service adalah pukulan pertama, yang
dilakukan server”.Jadi dari pendapat
di atas dapat
disimpulkan bahwa serviceadalah pukulan pertama dalam permainan,
dengan cara memantulkan bola
terlebih dahulu ke
meja service sampai
melewati net dan akhirnya memantul ke meja lawan.Dengan gerakan-gerakan yang
hampir sama dalam
melakukan service, dapat melahirkan
bola dengan efek
yang bermacam-macam baik
kecepatan bola, perputaran bola maupun
penempatan bola yang kadang susah
diduga. Maka tidak
jarang meraih angka dari sebuah service yang mematikan. Adapun fungsi
service adalah:
a) Dijadikan serangan pertama.
b) Dijadikan bola-bola umpan.
c) Untuk mencegah atau menghindari serangan
pertama dari lawan.
f. Chop
Chop adalah
pengambilan pukulan yang
bersifat bertahan dengan
menggunakan backspin, biasanya dilakukan
dalam jarak yang cukup dari meja (Larry Hodges. 2007 :97).Menurut Sutarmin
(2007: 28), Chop
adalah gerakan memukul bola
seperti gerakan menebang
pohon, tangan yang
memegang bet berada di atas bola dan perkenaan bet dengan bola di
bagian belakang dan arah pukulan ke bawah”. Sedangkan menurut
Achmad Damiri (1992
:70), Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan
seperti menebang pohon dengan kapak atau seperti juga gerakan membacok”.
Jadi dari pengertian
diatas dapat disimpulkan
bahwa, chop adalah teknik
mewmukul bola seperti gerakan menebang pohon.
g.
Loop
Loop adalah
pukulan topspin yang
keras, biasanya dianggap pukulan yang
paling penting dalam permainan. Kebanyakan
pemain mengkhususkan diri baik
dalam menggunakan loop
atau menangani loop, (Larry
Hodges. 2007:XIII).Menurut Alex Kertamanah
(2003:48), “Loop adalah
jenis pukulan yang menghasilkan
bola-bola berputaran atas (top spin)
yang membentuk kurva, disebut juga menarik bola”.Jadi dari pengertian
di atas bahwa loop
adalah pukulan topspin yang keras
yang menghasilkan bola-bola
berputaran atas dengan gerakan menarik bola.Pukulan loop
berasal dari perkembangan
jenis pukulan drive.Pukulan jenis ini merupakan salah satu
pukulan penting dalam jajaran pukulan jarak pendek dan jarak menengah, yang
sangat efektif untuk melawan
bola-bola cut dan
bola chop para
pemain defensive. Maka dari
itu pemain melahirkan
variasi-variasi pukulan loop
ini, untuk menghadapi berbagai
tipe pemain yang berlainan bolanya.Menurut
Alex Kertamanah (2003:48),
pada dasarnya pukulan loop dibagi menjadi tiga macam yaitu:
a) Loop drive,
yaitu bola serangan mengandung perputaran atas yang sangat
kuat.Power loop drive,
bola serangan bersatu
antara 50% mengandung tenaga
putaran atas yang kuat dan 50% tenaga desakan
menggesek ke depan menerobos.
c) Fast
loop drive, bola
serangannya mengandung sifat
paling cepat melesat ke
depan desrtai tenaga
terobosan. Tetapi pukulan ini
tidak menghasilkan putaran yang keras.
h.
footwork
Menurut Ahmadnis
Damiri dan Nurlan kusnaidi(1992:110) “footwork adalah kemampuan bergerak untuk
melakukan pukulan”. Footwork dalam olahraga tenis meja pada garis besarnya
dapat dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda.
1. footwork
untuk tunggal
jika dilihatdari
banyaknya langkah footwork untuk tunggal dapat dibedakan.
Untuk nomor
tunggal
a. footwork
1 langkah
b. footwork
2 langkah
c. footwork
3 langkah
2. footwork
untuk ganda
untuk
bermain dengan baik maka footwork pun harus dilatih. Pada permainan ganda kedua
pemain dapat mengikuti pada gerak samping kiri, kanan atau depan belakang,
dapat menggunakan kombinasi kedua macam gerak tersebut. Kombinasi mana yang
akan digunakan tergantung dari tipe kedua pemain, Hodges92002:70). Latihan ini
juga meningkatkan control bola.
2.2. Hakikat keterampilan
2.2.1.
Pengertian Keterampilan
Keterampilan
dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana
keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu
keterampilan dan derajat penguasaan yang dicapai oleh seseorang menggambarkan
tingkat keterampilannya. Hal ini terjadi karena kebiasaan yang sudah diterima
umum untuk menyatakan bahwa satu atau beberapa pola gerak atau perilaku yang
diperluas bias disebut keterampilan, misalnya menulis, memainkan gitar,
menyetel mesin, berjalan, berlari, melompat dan sebagainya. Jika ini yang digunakan,
maka kata”keterampilan” yang dimaksud adalah kata benda.
Istilah
terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang
yang bervariasi. Keterampilan (skill) merupakan
kemampuan untuk mengoprasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri
Widiastuti, 2010: 49). Sedangkan menurut Hari Amirullah (2003: 17) “istilah
terampil juga diartikan sebagai suatu perbuatan atau tugas, dan sebagai
indikator dari suatu tingkat kemahiran”.
Menurut Singer dikutip olah Amung (2006: 61)”keterampilan adalah derajat
keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif”.
Menurut Hotintinger(Hari Amirullah,
2003: 18) menyebutkan bahwa:
Keterampilan
gerak berdasarkan factor-faktor genetic dan lingkungan dapat dibagi dua yaitu:
(a) keterampilan phylognetic, adalah keterampilan yang dibawa sejak lahir, yang
dapat berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak tersebu. (b)
keterampilan ontogenetic, merupakan keterampilan yang dihasilkan dari latihan
dan pengalaman sebagai hasil dari pengaruh lingkungan.
Dengan demikian dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tingkat
keterampilan yang baik, perlu memperhatikan hal sebagai berikut: pertama,
faktor individu/pribadi yaitu kemauan serta keseriusan yang diajarkan. Kedua,
faktor proses belajar mengajar menunjuk kepada bagaimana kondisi belajar dapat
disesuaikan dengan potensi individu, dan lingkungan sangat berperan dalam
penguasaan keterampilan. Ketiga, faktor situasional menunjuk pada metode dan
teknik dari latihan atau praktek yang dilakukan.
2.2.2. Keterampilan dalam Cabang Olahraga
Menurut
Sudrajat Prawirasaputra (2000: 19) menyatakan bahwa”penguasaan keterampilan
pada setiap cabang olahraga berdasarkan pada penguasaan keterampilan dasar”.
Sedangkan menurut Amung M(2000: 63) “ada tiga sistem yang dapat mewakili
perggolongan keterampilan gerak yaitu: (a) stabilitas lingkungan, (b) jelas
tidaknya titik awal serta akhir baik dari gerakan, dan (c) ketepatan gerakan
yang dimaksud”.olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar
dapat mencapai prestasi.
Dapat
disimpulkan bahwa keterampilan olahraga adalah gerakan-gerakan dasar dalam
olahraga yang dilakukan dengan suatu teknik lalu gerakan yang dilakukan secara
efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi
seseorang olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat
mencapai prestasi.
2.2.3. Faktor-faktor
yang Menentukan Keterampilan Gerak
Ada
beberapa faktor yang menentukan keterampilan gerak. Faktor-faktor keterampilan
gerak secara umum dibedakan menjadi tiga hal yang utama (1) faktor proses
belajar mengajar; (2) faktor pribadi; (3) faktor situasioanal. (Among M dan
Yudha M Saputra, 2000: 70).
Pada dasarnya
pencapaian keterampilan belajar gerak dapat dipengaruhi beberapa faktor.
Menurut Magill (1984: 44) “ faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak
adalah: (1) memahami apa yang harus dipelajari; (2) kesempatan untuk merespon;
(3) adanya umpan balik ; dan (4) reinforcement.”
Setiap anak mempunyai
perbedaan dalam menerima pembelajaran gerak. Kesuksesan seseorang dalam
menguasai sebuah keterampilan banyak ditentukan oleh cirri-ciri atau kemampuan
dan bakat dari orang yang bersangkutan. Semakin baik kemampuan dan bakat anak
dalam keterampilan tertentu, maka akan semakin mudahlah ia menguasai
keterampilan yang dimaksud.
Menurut
Singer (1980: 80) menyebutkan bahwa:
“Ada
sekitar 12 faktor yang sangat berhubungan dengan upaya pencapaian
keterampilan”. Faktor-faktor tersebut yaitu: (1) ketajaman indra; (2) persepsi;
(3) intelgensi; (4) ukuran fisik; (5) pengalaman masa lalu; (6) kesanggupan;
(7) emosi; (8) motivasi; (9) sikap; (10) faktor-faktor kepribadian yang lain; (11) jenis kelamin; (12) usia”.
Dapat disimpulkan
keterampilan gerak dapat dipengaruhi oelh proses pembelajaran, faktor
situasional yang dapat mempengaruhi lebih tertuju pada keadaan lingkungan.
Sedangkan faktor situasional di pengaruhi peralatan yang digunakan termasuk
media pembelajaran, serta kondisi sekitar di mana pembelajaran itu
dilangsungkan.
2.3. Hakikat Kelentukan
2.3.1. Pengertian Kelentukan
Kelentukan
adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara leluasa (Djoko Pekik Irianto,
2004: 4). Kelentukan sebagai salah satu komponen kesegaran jasmani, merupakan
kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi
ketegangan sendi dan cedera otot (Ismaryati, 2006: 101).
Menurut
Ismaryati (2006: 101), kelentukan dibagi menjadi dua macam yaitu kelentukan
dinamis (aktif) dan kelentukan statis (pasif). Kelentukan dinamis adalah
kemampuan menggunakan persendian dan otot secara terus menerus dalam ruang
gerak yang penuh dengan cepat, dan tanpa tahanan gerakan. Misalnya menendang
bola tanpa tahanan atau beban pada otot-otothamstring dan sendi panggul,
kelentukan dinamis sangat sulit diukur. Kelentukan statis adalah kemampuan sendi
untuk melakukan gerak dalam ruang yang besar, misalnya gerakan split.Jadi dalam
kelentukan statis yang diukur adalah besarnya ruang gerak.
Menurut
Djoko Pekik Irianto (2004: 68), kualitas kelentukan dipengaruhi oleh stuktur
sendi, kualitas otot tendo dan ligamen, usia, serta suhu. Menurut Mochamad
Sajoto (1998: 51), kelentukan adalah kemampuan persendian, ligamen dan
tendodisekitar persendian, untuk melakukan gerakan seluas-luasnya. Kelentukan
persendian berpengaruh terhadap mobilitas dan dinamika kerja seseorang dan
bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan cedera (Djoko Pekik Irianto, 2004: 68).
Hal ini sesuai dengan pendapat Mochhamad Sajoto (1998: 51) bahwa kelentukan
penting karena apabila seseorang mengalami kurang luas gerak dalam
persendiannya, maka hal ini akan menimbulkan gangguan kurang gerak dan mudah
menimbulkan cedera serta kurang cepatnya kelenturan gerakan kita, sehingga
aktifitas kita menjadi terbatas serta beban otot menjadi lebih berat.
Menurut Bompa (1983: 317-318),
faktor-faktor yang
mempengaruhi kelentukan seseorang antara
lain :
a. Bentuk, tipe, struktur, sendi, ligament dan
tendo.
b. Otot sekitar persendian.
c. Umur dan jenis kelamin. Anak-anak dan wanita
pada umumnya memiliki kelentukan yang baik. Kelentukan yang maksimal dicapai
pada umur 15-16 tahun.
d. Temperatur tubuh dan otot. Pada suhu 40
derajat Celsius kelentukan meningkat 20%, sedangkan pada suhu 18 derajat Celsius
menurun 10-20%.
e. Waktu harian, kelentukan optimum terjadi pada
pukul 10.00-11.00 dan pada pukul 16.00-17.00 WIB, sebagai akibat perubahan
biologis sistem syaraf pusat dan tegangan otot.
f. Kelelahan dan emosi.
Bertambahnya
usia seseorang, maka hal ini memiliki konsekuensi munculnya gangguan pada
persendian tubuh bagian bawah dan sering diikuti oleh penurunan keseimbangan
dan gangguan berjalan (Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA, 1999:
8). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan
bertambahnya usia seseorang, maka seseorang perlu menjaga kelentukan, yaitu
dengan melakukan gerakan-gerakan merenggang persendian dan mengatur otot hingga
batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Menurut
Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA (1999: 64) takaran latihan
kelentukan adalah sebagai berikut: frekuensi; intensitas, ukuran intensitas
latihan adalah sampai muncul rasa tidak enak; time berkisar antara 10-60 detik;
dengan lama latihan tiapsession3-20 menit. Berdasarkan beberapa pendapat di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan perggelangan tangan adalah
kemampuan melakukan gerakan-gerakan merenggang dan mengatur otot hingga batas
tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2.3.2. Peran Kelentukan dalam
Olahraga Tenis Meja
Kelentukan memegang
peranan yang penting
dalam hampir setiap
cabang olahraga. Selain untuk
olahraga, kelentukanpun memegang
peranan penting bermain tenis meja. Hal ini dapat terlihat
dalam dunia anak-anak maupun dunia orang tua. Dalam dunia anak-anak, kelentukan
sangat penting karena dunia anak-anak adalah
dunia bermain. Kegiatan bermain tenis meja membutuhkan keterampilan
memukul bola dalam tenis meja, dan keterampilan tersebut membutuhkan kelentukan.
Orang tua juga sangat
memerlukan kelentukan, karena fleksibilitas yang
baik akan mendukung
kemampuan gerak dalam
melakukan aktivitas sehari-hari.
Pechtl (1982) dalam
Bompa (1994:317) menjelaskan bahwa,
An
inadequate development of
flexibility, or no
flexibility reverse, may
lead to
various deficiences,
1.
learning, or the perfection of various movements isimpaired;
2. the
athlete is injury prone;
3. the
development of strength, speed and co-ordination are adversely affected;
4. the
qualitative performance of a movement is limited.Selain itu Harsono
Selain itu(1988:163)
juga menambahkan bahwa,
Hasil-hasil
penelitian menunjukkan bahwa
perbaikan dalam kelentukan akan
dapat :
a. mengurangi kemungkinan terjadinya
cedera-cedera pada otot dan sendi,
b. membantu
dalam mengembangkan kecepatan,
koordinasi, dan kelincahan
(agility),
c. membantu memperkembang prestasi,
d. menghemat
pengeluaran tenaga (efisien)
pada waktu melakukan
gerakangerakan, dan
e. membantu memperbaiki sikap tubuh.
Dari beberapa
penjelasan yang dikemukakan
dapat disimpulkan bahwa
kelentukan memegang
peranan penting bagi
segala tingkatan usia
dalam menunjang aktivitas
kehidupannya sehari-hari. Kelentukan juga sangat diperlukan oleh atlet, karena
atlet yang kelentukannya
baik tidak akan
mudah mengalami cedera,
dan mempunyai peluang yang lebih
besar untuk menciptakan prestasiyang maksimal. Hal ini diperjelas oleh Bahagia
(1997:17) yang menyebutkan “Kemampuanfleksibilitas yang terbatas juga dapat menyebabkan
penguasaan teknik yang kurang baik dan prestasi rendah.”
Menurut Dwijowinoto
(1984/1993:330), “Pengalaman menunjukkan
bahwa elastisitas otot berkurang sesudah masa tak aktif yang panjang.
Sebaliknya, peregangan otot yang teratur
rupanya dapat meningkatkan
elastisitas otot. Tujuan
latihan fleksibilitas adalah untuk
memaksimalkan elastisitas otot.”
Oleh karena itu
agar elastisitas otot dapat
diperoleh dengan hasil
yang maksimal, maka
latihan untuk meningkatkan kelentukan
sangat diperlukan, sebab kelentukan seseorang dapat menurun apabila tidak
dilatih.
2.3.3.
Kelentukan Pergelangan Tangan
dalam Bermain Tenis Meja
Dalam
bermain tenis meja pemain sering menggunakan gerakan tangan dan lengan. Dengan
itu mereka berharap dapat mengembalikan pukulan (stroke) yang baik. Tetapi bagaimana pun mereka berusaha, pukulan
pemain yang demikian tetap lemah dan tidak berkekuatan.
Kalau
inin menguasai permainan tenis meja,pemain harus mengikutsertakan seluruh
tubuhnya, sebagaimana dikemukakan peter simpson (1986, 23) bahwa”dengan bantuan
gerakan tubuh, pukulan-pukulan kita dapat berkembang dengan baik”. Gerakan
tubuh dalam bermain tenis meja di bagi menjadi dua bagian. Bagian tubuh atas
terhitung dari pinggang ke atas. Bagian tubuh sebelah bawah. Pemain tenis meja
harus mengkoordinir gerakan lengan, tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.
Kelentukan perggelangan tangan tersebut akan tercipta pukulan-pukulan dengan
kekuatan maksimal, terutama bagi jenis pukulan loop (bola melambung ke atas), drive
(bola melaju ke depan), dan backspin
(bola melaju ke belakang).
Seseorang
pemain tenis meja dengan pukulan yang akurat, keras, dan cepat, belumlah cukup
untuk menunjang penampilan. Akan tetapi pemain tenis meja senantiasa mampu
mengembalikan pukulan lawan. Prinsip utama menyempurnakan suatu pukulan dalam
bermain tenis meja adalah timming
yang tepat. Yang dimaksud timming dalam bermain tenis meja mengandung dua arti
yaitu saat bet menyentuh bola dan waktu bola itu sedang melaju. Timming untuk
memukul bola harus dikuasai karena berhubungan dengan kelentukan pergelangan
tangan secara keseluruhan.
Ada
pemain tenis meja yang terlalu cepat. Ada pula yang terlalu statis dalam
gerakanya. Pemain-pemain ini kurang menghayati pergerakan ritme permainan.
Pemain seharusnya mampu mengikuti irama permainan, memahami jenis pukulan
lawan, putaran bola dari lawan dan teknik pukulan balasan yang tepat sesuai keadaan
bola. Hal itu diakibatkan karena kurangya kelentukan pergelangan tangan
terhadap berbagai kondisi yang dihadapi saat bermain.
Dapat
disimpulkan bahwa dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis meja,
seorang pemain akan kelihatan kelentukan pergelangan tangan yang baik bila ia
bergerak bola sambil mengayunkan bet, kemudian memukul dengan teknik yang benar
dan luwes. Pemain yang memiliki kemampuan kelentukan pergelangan tangan yang yang
lebih tepat pada sasaran dan lebih leluasa untuk menggerakan tangan tersebut
akan menghasilkan pukulan forehand
untuk menggerakan tangan tersebut, dibandingkan pemain yang kaku atau tidak
leluasa untuk menggerakan pergelangan tangan untuk mengembalikan bola service
lawan.
Pemain
akan lebih mudah dalam mengatisipasi bola yang datang dan melakukan balasan
serangan balasan dengan tepat sasaran. Hal pertama yang akan dilakukan pemain
tenis meja dalam mengatisipasi bola adalah melihat gerakan lawan kemudian
membaca arah datangnya bola kemudian menentukan jarak yang tepat untuk
mengayunkan bet.
Dalam
permainan tenis meja yang lebih banyak menggunakan keterampilan tangan memerlukan komponen kondisi fisik yang
baik dalam hal ini teknik pukulan, untuk menghasilkan pukulan yang baik, pemain
selain memiliki teknik pukulan yang benar juga perlu menggunakan atau
memanksimalkan kelentukan pergelangan tangan dan koordinasi mata akan
menjadikan pemain lebih mudah dalam membaca gerakan lawan sehingga dapat
menembak kemana boal akan datang. Dengan demikian pemain dapat melakukan
antisipasi secara leluasa dan melakukan serangan balik dengan mengarahkan bola
ke tempat yang sulit dijangkau, sehingga pada akhirnya lawan akan kesulitan. BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Hakikat Bermain Tenis Meja
2.1.1. Pengertian Tenis Meja
Tenis meja
merupakan sebuah permainan
yang sederhana. “Tenis meja adalah suatu cabang olahraga
permainan yang sulit menentukan kapan, bagaimana dan dari mana asal muasal
permainan tersebut. Menurut Ksnanto
(2010: 20) bahwa “ permainan tenis meja adalah memukul bola kea rah lawan
terus-menerus saling silang hingga bola mati”.
Permainan
tenis meja merupakan suatu permianan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk
memantulkan bola yang dipukul oleh pemain dan harus mampu menyebrangkan bola ke
daerah lawan setelah bola memantul di daerah permainan sendiri. Permianan ini
diawali dengan pukulan dengan pukulan (service)
yaitu, bola dipantulkan di meja sendiri lalu melewati atas net dan memantul di
meja lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola. Pada permainan ini
pemain berusaha untuk mematikan pukulan lawan agar memperoleh angka dari
pukulanya.
Seorang pemain
tenis meja akan dinyatakan memenangkan pertandingan apabilaterlebih dahulu
mengumpulkan angka 21. Apabila suatu saat masing-masing mendapat nilai 20 maka
yang menjadi pemenang adalah pemain yang terlebih dahulu mengumpulkan 2 angka
lebih banyak (Akrosa Abidin 2003: 113). Pendapatg lain menyatakan bahwa suatu
permainan terjadi apabila seorang pemain yang pertama kali mendapatkan poin 11,
kecuali kedua pemain sma-sama mendapatkan nilai 10. Kalau terjadi seperti ini
maka salah satu pemain harus mendapatkan selisih 2 angka di atasnya, (PB.PTMSI,2008/2009;
7) permainan tenis meja dapat dimainkan baik orang tua, maupun anak-anak.
Olahraga ini mudah dimainkan , sarana dan peralatan seperti raket, bet, bola,
serta net. Adapun penjelasan peraturan dalam tenis meja sebagai berikut:
a.
Meja
Gambar
2.1. Lapangan tenis meja
Sumber:
http://i11211501976.files.wordpress.com/2012/10/meja-pingpong2.jpg
1. Meja
berbentuk persegi panjag dengan ukuran panjang 247cm, lebar 152,5cm, dan tinggi
76cm.
2. Jarring
(net) termasuk tali pegantungnya dengan panjang 183cm, dan tinggi 15,25cm.
b.
Bola

Gambar
2.2. bola tenis meja
Bola yang digunakan
berbentuk bulat dengan diameter 40 mm, beratnya 2,7 gram, berwarna orange atau
putih yang te
Terbuat dari celulos (celluloid) atau sejenis
bahan plastik. Ditengah biasanya
terdapat logo atau gambar yang gunanya
untuk mengetahui arah perputaran bola.Dari
pengertian di atas
dapat diambil kesimpulan
bahwa permainan tenis meja
merupakan suatu permainan
yang menggunakan meja
sebagai tempat untuk memantulkan
bola yang dipukul
oleh pemain yang menggunakan bet
dan harus mampu
menyebrangkan bola serta mengembalikan bola
ke arah lawan
setelah bola itu
memantul di daerah pemain
sendiri. Sehubungan dengan
hal tersebut keterampilan dasar
yang baik dan benar didukung pula oleh teknik-teknik yang lain, antara
lain yaitu: pegangan bet, posisi
atau sikap badan
saat bermain, jenis
pukulan, dan kelentukan
pergelangan tangan.
b. Net
Net
pada tenis meja mempunyai panjang 1,83 meter dan tinggi 15,25 cm. Di tengah-tengah
meja tenis terdapat
dua tiang penyangga
yang dijepitkan pada meja
yang berfungsi untuk
membentangkan net. Net/jarring pada
tenis meja pada
dasarnya sama dengan
net yang digunakan pada tenis lapangan,
hanya ukuranya yang berbeda.
c.
Raket/Bet

Gambar
2.3. bed tenis meja
Sumber:
http://forumkami.net/peralatan-olah-raga-tenis-meja.html
Raket/Bet
yang digunakan terdiri dari berbagai ukuran, bentuk atau berat. Bidang bet
terbuat dari kayu/serat
karbon, tebal, rata
dan keras serta
pegangannya berwarna. Sisi
bet terdiri dari
dua bagian yaitu
kayu dan karet.
Ketebalan daun raket
minimal 85% tersebut
dari kayu; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang
berserat fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan
tersebut tidak lebih dari 7,5% dari
total ketebalan 0,35
mm. Karet ada
dua jenis yaitu
karet berbintik panjangnya tidak
lebih dari 2
mm dan karet
berbintik ke dalam ketebalanya tidak melebihi 4 mm.
2.1.2.
Teknik Bermain Tenis Meja
Agar dapat
bermain tenis meja
dengan baik dan
berprestasi secara optimal, pemain
diwajibkan menguasai semua
teknik pukulan dasar.
Ada beberapa macam teknik
dasar dalam permainan
tenis meja yang
semua teknik tersebut sangat
mendukung dalam permainan.
Menurut Achmad Damiri dan Nurlan
kusnaidi (1991:45), “Pada pokoknya
teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi:
(a) Grip (pegangan),
(b) Stance (posisi
badan), (c) Stroke (pukulan), (d)
Footwork (gerakan kaki)”.
a. Grip (pegangan)
Grip atau
pegangan merupakan factor
yang sangat penting
dalam hampir semua permainan
yang menggunakan raket/pemukul. Cara memegang
bet inilah yang
akan mentukan teknik
permainan dan cara mengembangkan permainan. Jika sejak
semula cara memeg ang bet sudah
salah, kemungkinan permainan
tersebut akan menghadapi
kesulitan dalam mempelajari
teknik-teknik permainan selanjutnya.
Menurut Larry Hodges (15-20), dalam permainan tenis meja ada tiga pegangan atau grip yaitu:
1) Shakehand
grip
Shakehand grip
artinya pegangan bet
seperti kita bersalaman (berjabat
tangan). Adapun cara
memegang shakehand grip
jari-jari tangan tersusun seperti
sedang berjabat tangan.
Ibu jari dan
telunjuk terletak paralel menjepit
daun raket, sedang
jari lainnya secara bersamaan memegang tangkai bet.

Gambar
2.4
Pegangan
Shakehan d sisi
Forehand dan pegangan Shakehand sisi Backhand
Sumber:
(muhajir,2007:29)
2) Penhold
grip
Penhold Grip
artinya Pegangan tangan
seperti memegang sebuah pensil,
dengan ibu jari
dan telunjuk hampir
bertemu pada permukaan bet
yang digunakan untuk
main dan tiga
jari lainnya memberikan bantuan
pada permukaan bet
yang tidak dipergunakan untuk main.

Gambar:
2.5
Pegangan
Penhold dari depan dan Pegangan Penhold dari belakang
Sumber:
(muhajir, 2007:29)
b. Stance (sikap
atau posisi bermain)
Stance adalah
posisi kaki, badan
dan tangan, pada
saat siap menunggu bola atau pada
saat memukul bola (Achmad Damiri, 1992:55).Menurut Achmad Damiri (1992:55-59),
Ada beberapa stance
yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja, yaitu:
1) Square stance
Sequare
stance adalah posisi badan menghadap
penuh ke meja, baiasnya posisi ini digunakan untuk siap menerima service
dari lawan atau siap kembali
setelah mengembalikan pukulan
dari lawan. Pada waktu melakukan square stance, berat badan seimbang, berada pada kedua telapak
kaki, kedua lutut
bengkok, kedua lengan
bawah posisinyta horizontal, sedangkan
lengan atas vertical.
Badan sedikit dicondongkan ke
depan. Posisi ini
memungkinkan pemain cepat bergerak ke
berbagai arah, dan
dapat mengembalikan bola
lawan dengan pukulan forehand ataupun backhand.
Gambar 2.6
Posisi
Menghadap Penuh Ke Meja Square Stance
Sumber:
(Muhajir, 2007:30)
2) Side stance
Side Stance
adalah posisi badan menyamping, baik ke samping kiri maupun
ke samping kanan.
Pada Side Stance
jarak antara salah satu
bahu ke meja
(ke net) harus
ada yang lebih
dekat, misalnya stance untuk
forehand stroke bagi pemain
tangan kanan, bahu kirinya lebih
dekat ke net,
dan kaki kirinya
harus lebih dekat
dengan net. Posisi ini
digunakan hampir untuk semua gerakan memukul, kecuali pada saat menunggu
bola.
Gambar 2.7
Gambar 2.7
Side
Stance untuk Pukulan Backhand
Sumber:
(Muhajir,2007:30)
3)Open Stance
Open Stance
adalah modifikasi dari
Side Stance. Posisi
badan sedikit dicondongkan ke
depan, bengkokkan lutut
dan angkat bet mendekati base line.
c.Stroke (pukulan)
Teknik pukulan
merupakan salah satu
teknik dasar dalam permainan tenis
meja disamping teknik
dasar lain yang
harus dikuasai oleh pemain
tenis meja. Menurut
Alex Kertamanah (2003
: 52), ”Ada beberapa
jenis pukulan yang
dikenal dalam olahraga
tenis meja, tidak kurang
pula berbagai bentuk
pukulan yang hampir
serupa namun mempunyai unsureyang
berbeda-beda”. Pada dasarnya jenis-jenis pukulan itu antara lain
: Drive, Push, Block, Smash, Hit, Service, Menurut Larry
Hodges (1996 : XI),“Teknik pukulan
merupakan salah satu teknik
dasar dalam permainan
tenis meja disamping
teknik dasar yang lain
yang harus dikuasai
oleh pemain tenis
meja”. Pukulan (stroke) dalam
permainan ada berbagai teknik antara
lain: Service, Block, Loop, Flip, Chop,danSmash. Menurut Ahmad
Dhamiri (1992:59), “Teknik
pukulan dalam permainan tenis
meja antara lain: push, block, choop, servis, flat, caunter hiting, topspin,
drop shot, chooped smash, looped drive, drive, dan filck”.Sedangkan menurut
Sutarmin (2007:27), ”Dalam
permainan tenis meja ada
beberapa jenis pukulan
antara lain: pukulan
drive, pukulan push, pukulan
chop, dan pukulan block”.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
jenis-jenis pukulan dalam permainan
tenis meja antara
lain: drive, push,
block,smash, service, chop,dan loop.
2.1.3. Teknik Pukulan dalam Tenis Meja
a.
Drive
Drive
adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah
serong ke atas
dan sikap bet tertutup (Achmad
damiri, 1992: 95)Menurut
Sutarmin (2007: 27),
“Drive adalah gerakan
bet dipukulkan pada bola, dengan gerakan dari bawah serong ke atas dan posisi
bet dalam keadaan tertutup”.Sedangkan menurut Alex Kertamanah (2003: 52), Drive adalah pukulan yang paling kecil tenaga
gesekannya.Jadi dari pengertian
di atas dapat
disimpulkan pukulan driveadalah
teknik pukulan dengan
tenaga gesekan paling
kecil yang gerakan bet dari bawah
serong ke atas dan keadaan sikap bet tertutup.Drive sering
disebut juga lift,
merupakan dasar dari
berbagi jenis pukulan serangan.
Dengan ini pukulan
drive disebut sebagai teknik dari
pukulan serangan. Drive
merupakan salah satu
teknik pukulan yang sangat penting untuk menghadapi permainan defensife. Pukulan drive
ini memiliki beberapa
segi bentuk perbedaan.
Keistimewaan dari pukulan ini adalah:
a) Tinggi atau rendah terbang bola di atas
ketinggian garis net mudah dikuasai.
b) Cepat dan lambat lajunya bolatidak akan susah
dikendalikan.
c) Bola bersifat membawa sedikit perputaran.
d) Bola drive tidak mengandung tenaga yang tidak
terlalu keras.
e) Dapat
diluncurkan di setiap
posisi titik bola
di atas meja
tanpa merasakan kesulitan terhadap
bola berat (bola-bola
yang bersifat membawa perputaran),
ringan, cepat, lambat,
tinggi maupun rendah, serta
terhadap berbagi jenis putaran bola.
b.
Push
Pukulan push
berasal dari perkembangan teknik
blok, sehinggasering disebut
pukulan push block. Pada dasarnya pukulan push
atau pukulan mendorong sangat bervariasi yang meliputi : push datar,
pushmenggesek, dan lain-lain. Pukulan-pukulan push
biasanya merupakan pukulan
jarak dekat dan
jarak tengah. Teknik
ini merupakan teknik pukulan bertahan
yang paling penting
dan berperan aktif
dalam permainan. Menurut Alek
Kertamanah (2003:52), “Pukulan
push merupakan pukulan mendorong yang digunakan untuk jarak
tengah”. Menurut Achmad
Damiri (1991:59), “Push
adalah teknik memukul bola
dengan gerakan mendorong,
dengan sikap bet terbuka”.Sedangkan menurut Sutarmin
(2007: 27), “Push adalah gerakan
bet gerakan memukul
bola yang datang
dari arah lawan
didorong dengan bet dengan posisi bet terbuka”.Jadi dari
pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa
pukulan push adalah pukulan
mendorong dengan posisi
bet terbuka yang digunakan untuk pukulan jarak tengah.
Keistimewaan pukulan push antara lain adalah:
a) Bola
penuh dapat dijadikan
alat yang bersifat
penjagaan untuk melewati situasi
transisi, yang dapat
juga diubah menjadi
satupukulan mendorong menjadi serangan balik.
b) Bola
push termasuk bola
polos, dengan bola
bertahan yang mengandung arti
serangan balik.
c) Pukulan
push dimainkan pada bagian backhand,
pada yang umumnya untuk
mewakili backhand half
volley bersifat mencuri kesempatan
untuk membangun melancarkan
serangan forehand.Teknik pukulan ini merupakan salah satu pukulan yang
penting bagi para pemain
serang cepat didekat
meja, khususnya yang berpegangan penhold.
c. Block
Pukulan block
termasuk jenis pukulan
bertahan dan digunakan pada saat
berada posisi terserang
untuk menghambat serangan lanjutan. Menurut
Achmad Damiri (1991:59),
“Block adalah teknik memukul bola
dengan gerakan menstop
bola atau tindakan membendung bola dengan sikap bet
tertutup”.Menurut Larry Hodges (1996 : 72), “Block
adalah pengambilan yang
cepat, segera setelah
bola memantul dengan
pukulan yang agresif yang
dilakukan dengan memegang
bet dalam jalur
gerakan bola”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007:29), “block adalah pukulan bola dari
arah lawan dapat
diblok dengan cara
bola ditutup dengan bet”.Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan, block adalah gerakan menstop bola dengan pengambilan yang cepat
setelah bola memantul dan posisi bet tertutup.Block selalu
digunakan dekat meja,
sehingga sering disebut block
pendek. Ada dua
macam pukulan block
yaitu block datar
dan block redam. Pukulan block termasuk jenis pukulan pertahanan, sering
kali digunakan pada
saat berada dalam
posisi terserang, dan
sangat berguna untuk merintangi
atau menghambat serangan
lanjutan. Pada umumnya block
digunakan di bagian
backhand, tetapi tidak
jarang pula menggunakan bagian forehand.
Keistimewaan block antara lain adalah:
a) Termasuk
bola polos, dan
salah satu taktik
untuk bertahan darijarak dekat meja.
b) Keseluruhan
block pada prinsipnya
mengembalikan bola dengan cara menggunakan ataumeminjam
datangnya tenaga desakan bola serangan
lawan, jika mampu
secara tiba-tiba mengubah arah
titik penempatan bola, sehingga cara memblokir tersebut akan menjadi
pukulan serangan block.
d. Smash
Bola untuk pukulan
samsh memerlukan tenaga besar yang akan menghasilkan bola cepat dan mematikan. Pukulan smash
merupakan pukulan
perkembangan dari pukulan
hit dan tipe
putaran bolanya termasuk bola
polos. “Smash adalah
bola dipukul dengan
kecepatan yang cukup sehingga
lawan tidak dapat
mengembalikannya”, (Larry Hodges,
2007:XIV). Menurut Alek Kertamanah
(2003:35), “Smash disebut
juga pukulan pembunuh bola atau pembantai bola dengan tenaga serangan
paling besar dan sangat menyita stamina”. Jadi
dari pengertian di
atas bahwa smash
adalah bola yang dipukul derngan tenaga besar dan dengan
kecepatan yang cukup yang menghasilkan bola cepat dan mematikan.Smash ada
dua macam yaitu pukulan smash
forehand dan pukulan smash
secara backhand. Smash
forehand menghasilkan
serangan yang paling
bertenaga yang selalu
bersamaan dengan langkah ke
depan sambil telapak
kaki dihentakan ke
lantai. Pukulan ini sering
menentukan suatu kemenangan
maupun kekalahan dalam bertanding. Pukulan
smash forehand apabila dapat
dihalu oleh lawan maka pukulan susulannya
akan lebih tajam
dai pada serangan pertamanya. Smash
forehand mengandung hawa
pembunuh yang sangat mematikan,
karena dalam prosesnya
menggunakan kekuatan seluruh anggota
dan gerakannya lebih
besar dan cepat
dari pada pukulan hit.Dalam pertandingan
para pemain berupaya
untuk melancarkan serangan maupun
pertahanan. Keseluruhannya menggambarkan hanya untuk mencari
peluang terciptanya satu
pukulan smash yang mematikan. Pukulan smash
yang keras dan Square Stance mematikan sering terlihat dari pukulan smash forehand.
e. Service
Service sering
kali difungsikan untuk
dijadikan bola serangan pertama, bola-bola umpan, dan
mencegah atau menghindari serangan pertama
dari lawan. Menurut
Achmad Damiri (1991:72),
“Serviceadalah teknik memukul
untuk menyajikan bola
pertama ke dalam permainan, dengan cara memantulkan
terlebih dahulu bola tersebut, ke meja servis, kemudian harus melewati atas net
dan akhirnya memantul di meja lawan”.
Sedangkan Menurut Larry
Hodges (1996 : 11),
“Service adalah pukulan pertama, yang
dilakukan server”.Jadi dari pendapat
di atas dapat
disimpulkan bahwa serviceadalah pukulan pertama dalam permainan,
dengan cara memantulkan bola
terlebih dahulu ke
meja service sampai
melewati net dan akhirnya memantul ke meja lawan.Dengan gerakan-gerakan yang
hampir sama dalam
melakukan service, dapat melahirkan
bola dengan efek
yang bermacam-macam baik
kecepatan bola, perputaran bola maupun
penempatan bola yang kadang susah
diduga. Maka tidak
jarang meraih angka dari sebuah service yang mematikan. Adapun fungsi
service adalah:
a) Dijadikan serangan pertama.
b) Dijadikan bola-bola umpan.
c) Untuk mencegah atau menghindari serangan
pertama dari lawan.
f. Chop
Chop adalah
pengambilan pukulan yang
bersifat bertahan dengan
menggunakan backspin, biasanya dilakukan
dalam jarak yang cukup dari meja (Larry Hodges. 2007 :97).Menurut Sutarmin
(2007: 28), Chop
adalah gerakan memukul bola
seperti gerakan menebang
pohon, tangan yang
memegang bet berada di atas bola dan perkenaan bet dengan bola di
bagian belakang dan arah pukulan ke bawah”. Sedangkan menurut
Achmad Damiri (1992
:70), Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan
seperti menebang pohon dengan kapak atau seperti juga gerakan membacok”.
Jadi dari pengertian
diatas dapat disimpulkan
bahwa, chop adalah teknik
mewmukul bola seperti gerakan menebang pohon.
g.
Loop
Loop adalah
pukulan topspin yang
keras, biasanya dianggap pukulan yang
paling penting dalam permainan. Kebanyakan
pemain mengkhususkan diri baik
dalam menggunakan loop
atau menangani loop, (Larry
Hodges. 2007:XIII).Menurut Alex Kertamanah
(2003:48), “Loop adalah
jenis pukulan yang menghasilkan
bola-bola berputaran atas (top spin)
yang membentuk kurva, disebut juga menarik bola”.Jadi dari pengertian
di atas bahwa loop
adalah pukulan topspin yang keras
yang menghasilkan bola-bola
berputaran atas dengan gerakan menarik bola.Pukulan loop
berasal dari perkembangan
jenis pukulan drive.Pukulan jenis ini merupakan salah satu
pukulan penting dalam jajaran pukulan jarak pendek dan jarak menengah, yang
sangat efektif untuk melawan
bola-bola cut dan
bola chop para
pemain defensive. Maka dari
itu pemain melahirkan
variasi-variasi pukulan loop
ini, untuk menghadapi berbagai
tipe pemain yang berlainan bolanya.Menurut
Alex Kertamanah (2003:48),
pada dasarnya pukulan loop dibagi menjadi tiga macam yaitu:
a) Loop drive,
yaitu bola serangan mengandung perputaran atas yang sangat
kuat.Power loop drive,
bola serangan bersatu
antara 50% mengandung tenaga
putaran atas yang kuat dan 50% tenaga desakan
menggesek ke depan menerobos.
c) Fast
loop drive, bola
serangannya mengandung sifat
paling cepat melesat ke
depan desrtai tenaga
terobosan. Tetapi pukulan ini
tidak menghasilkan putaran yang keras.
h.
footwork
Menurut Ahmadnis
Damiri dan Nurlan kusnaidi(1992:110) “footwork adalah kemampuan bergerak untuk
melakukan pukulan”. Footwork dalam olahraga tenis meja pada garis besarnya
dapat dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda.
1. footwork
untuk tunggal
jika dilihatdari
banyaknya langkah footwork untuk tunggal dapat dibedakan.
Untuk nomor
tunggal
a. footwork
1 langkah
b. footwork
2 langkah
c. footwork
3 langkah
2. footwork
untuk ganda
untuk
bermain dengan baik maka footwork pun harus dilatih. Pada permainan ganda kedua
pemain dapat mengikuti pada gerak samping kiri, kanan atau depan belakang,
dapat menggunakan kombinasi kedua macam gerak tersebut. Kombinasi mana yang
akan digunakan tergantung dari tipe kedua pemain, Hodges92002:70). Latihan ini
juga meningkatkan control bola.
2.2. Hakikat keterampilan
2.2.1.
Pengertian Keterampilan
Keterampilan
dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana
keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu
keterampilan dan derajat penguasaan yang dicapai oleh seseorang menggambarkan
tingkat keterampilannya. Hal ini terjadi karena kebiasaan yang sudah diterima
umum untuk menyatakan bahwa satu atau beberapa pola gerak atau perilaku yang
diperluas bias disebut keterampilan, misalnya menulis, memainkan gitar,
menyetel mesin, berjalan, berlari, melompat dan sebagainya. Jika ini yang digunakan,
maka kata”keterampilan” yang dimaksud adalah kata benda.
Istilah
terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang
yang bervariasi. Keterampilan (skill) merupakan
kemampuan untuk mengoprasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri
Widiastuti, 2010: 49). Sedangkan menurut Hari Amirullah (2003: 17) “istilah
terampil juga diartikan sebagai suatu perbuatan atau tugas, dan sebagai
indikator dari suatu tingkat kemahiran”.
Menurut Singer dikutip olah Amung (2006: 61)”keterampilan adalah derajat
keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif”.
Menurut Hotintinger(Hari Amirullah,
2003: 18) menyebutkan bahwa:
Keterampilan
gerak berdasarkan factor-faktor genetic dan lingkungan dapat dibagi dua yaitu:
(a) keterampilan phylognetic, adalah keterampilan yang dibawa sejak lahir, yang
dapat berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak tersebu. (b)
keterampilan ontogenetic, merupakan keterampilan yang dihasilkan dari latihan
dan pengalaman sebagai hasil dari pengaruh lingkungan.
Dengan demikian dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tingkat
keterampilan yang baik, perlu memperhatikan hal sebagai berikut: pertama,
faktor individu/pribadi yaitu kemauan serta keseriusan yang diajarkan. Kedua,
faktor proses belajar mengajar menunjuk kepada bagaimana kondisi belajar dapat
disesuaikan dengan potensi individu, dan lingkungan sangat berperan dalam
penguasaan keterampilan. Ketiga, faktor situasional menunjuk pada metode dan
teknik dari latihan atau praktek yang dilakukan.
2.2.2. Keterampilan dalam Cabang Olahraga
Menurut
Sudrajat Prawirasaputra (2000: 19) menyatakan bahwa”penguasaan keterampilan
pada setiap cabang olahraga berdasarkan pada penguasaan keterampilan dasar”.
Sedangkan menurut Amung M(2000: 63) “ada tiga sistem yang dapat mewakili
perggolongan keterampilan gerak yaitu: (a) stabilitas lingkungan, (b) jelas
tidaknya titik awal serta akhir baik dari gerakan, dan (c) ketepatan gerakan
yang dimaksud”.olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar
dapat mencapai prestasi.
Dapat
disimpulkan bahwa keterampilan olahraga adalah gerakan-gerakan dasar dalam
olahraga yang dilakukan dengan suatu teknik lalu gerakan yang dilakukan secara
efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi
seseorang olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat
mencapai prestasi.
2.2.3. Faktor-faktor
yang Menentukan Keterampilan Gerak
Ada
beberapa faktor yang menentukan keterampilan gerak. Faktor-faktor keterampilan
gerak secara umum dibedakan menjadi tiga hal yang utama (1) faktor proses
belajar mengajar; (2) faktor pribadi; (3) faktor situasioanal. (Among M dan
Yudha M Saputra, 2000: 70).
Pada dasarnya
pencapaian keterampilan belajar gerak dapat dipengaruhi beberapa faktor.
Menurut Magill (1984: 44) “ faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak
adalah: (1) memahami apa yang harus dipelajari; (2) kesempatan untuk merespon;
(3) adanya umpan balik ; dan (4) reinforcement.”
Setiap anak mempunyai
perbedaan dalam menerima pembelajaran gerak. Kesuksesan seseorang dalam
menguasai sebuah keterampilan banyak ditentukan oleh cirri-ciri atau kemampuan
dan bakat dari orang yang bersangkutan. Semakin baik kemampuan dan bakat anak
dalam keterampilan tertentu, maka akan semakin mudahlah ia menguasai
keterampilan yang dimaksud.
Menurut
Singer (1980: 80) menyebutkan bahwa:
“Ada
sekitar 12 faktor yang sangat berhubungan dengan upaya pencapaian
keterampilan”. Faktor-faktor tersebut yaitu: (1) ketajaman indra; (2) persepsi;
(3) intelgensi; (4) ukuran fisik; (5) pengalaman masa lalu; (6) kesanggupan;
(7) emosi; (8) motivasi; (9) sikap; (10) faktor-faktor kepribadian yang lain; (11) jenis kelamin; (12) usia”.
Dapat disimpulkan
keterampilan gerak dapat dipengaruhi oelh proses pembelajaran, faktor
situasional yang dapat mempengaruhi lebih tertuju pada keadaan lingkungan.
Sedangkan faktor situasional di pengaruhi peralatan yang digunakan termasuk
media pembelajaran, serta kondisi sekitar di mana pembelajaran itu
dilangsungkan.
2.3. Hakikat Kelentukan
2.3.1. Pengertian Kelentukan
Kelentukan
adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara leluasa (Djoko Pekik Irianto,
2004: 4). Kelentukan sebagai salah satu komponen kesegaran jasmani, merupakan
kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi
ketegangan sendi dan cedera otot (Ismaryati, 2006: 101).
Menurut
Ismaryati (2006: 101), kelentukan dibagi menjadi dua macam yaitu kelentukan
dinamis (aktif) dan kelentukan statis (pasif). Kelentukan dinamis adalah
kemampuan menggunakan persendian dan otot secara terus menerus dalam ruang
gerak yang penuh dengan cepat, dan tanpa tahanan gerakan. Misalnya menendang
bola tanpa tahanan atau beban pada otot-otothamstring dan sendi panggul,
kelentukan dinamis sangat sulit diukur. Kelentukan statis adalah kemampuan sendi
untuk melakukan gerak dalam ruang yang besar, misalnya gerakan split.Jadi dalam
kelentukan statis yang diukur adalah besarnya ruang gerak.
Menurut
Djoko Pekik Irianto (2004: 68), kualitas kelentukan dipengaruhi oleh stuktur
sendi, kualitas otot tendo dan ligamen, usia, serta suhu. Menurut Mochamad
Sajoto (1998: 51), kelentukan adalah kemampuan persendian, ligamen dan
tendodisekitar persendian, untuk melakukan gerakan seluas-luasnya. Kelentukan
persendian berpengaruh terhadap mobilitas dan dinamika kerja seseorang dan
bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan cedera (Djoko Pekik Irianto, 2004: 68).
Hal ini sesuai dengan pendapat Mochhamad Sajoto (1998: 51) bahwa kelentukan
penting karena apabila seseorang mengalami kurang luas gerak dalam
persendiannya, maka hal ini akan menimbulkan gangguan kurang gerak dan mudah
menimbulkan cedera serta kurang cepatnya kelenturan gerakan kita, sehingga
aktifitas kita menjadi terbatas serta beban otot menjadi lebih berat.
Menurut Bompa (1983: 317-318),
faktor-faktor yang
mempengaruhi kelentukan seseorang antara
lain :
a. Bentuk, tipe, struktur, sendi, ligament dan
tendo.
b. Otot sekitar persendian.
c. Umur dan jenis kelamin. Anak-anak dan wanita
pada umumnya memiliki kelentukan yang baik. Kelentukan yang maksimal dicapai
pada umur 15-16 tahun.
d. Temperatur tubuh dan otot. Pada suhu 40
derajat Celsius kelentukan meningkat 20%, sedangkan pada suhu 18 derajat Celsius
menurun 10-20%.
e. Waktu harian, kelentukan optimum terjadi pada
pukul 10.00-11.00 dan pada pukul 16.00-17.00 WIB, sebagai akibat perubahan
biologis sistem syaraf pusat dan tegangan otot.
f. Kelelahan dan emosi.
Bertambahnya
usia seseorang, maka hal ini memiliki konsekuensi munculnya gangguan pada
persendian tubuh bagian bawah dan sering diikuti oleh penurunan keseimbangan
dan gangguan berjalan (Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA, 1999:
8). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan
bertambahnya usia seseorang, maka seseorang perlu menjaga kelentukan, yaitu
dengan melakukan gerakan-gerakan merenggang persendian dan mengatur otot hingga
batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Menurut
Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA (1999: 64) takaran latihan
kelentukan adalah sebagai berikut: frekuensi; intensitas, ukuran intensitas
latihan adalah sampai muncul rasa tidak enak; time berkisar antara 10-60 detik;
dengan lama latihan tiapsession3-20 menit. Berdasarkan beberapa pendapat di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan perggelangan tangan adalah
kemampuan melakukan gerakan-gerakan merenggang dan mengatur otot hingga batas
tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2.3.2. Peran Kelentukan dalam
Olahraga Tenis Meja
Kelentukan memegang
peranan yang penting
dalam hampir setiap
cabang olahraga. Selain untuk
olahraga, kelentukanpun memegang
peranan penting bermain tenis meja. Hal ini dapat terlihat
dalam dunia anak-anak maupun dunia orang tua. Dalam dunia anak-anak, kelentukan
sangat penting karena dunia anak-anak adalah
dunia bermain. Kegiatan bermain tenis meja membutuhkan keterampilan
memukul bola dalam tenis meja, dan keterampilan tersebut membutuhkan kelentukan.
Orang tua juga sangat
memerlukan kelentukan, karena fleksibilitas yang
baik akan mendukung
kemampuan gerak dalam
melakukan aktivitas sehari-hari.
Pechtl (1982) dalam
Bompa (1994:317) menjelaskan bahwa,
An
inadequate development of
flexibility, or no
flexibility reverse, may
lead to
various deficiences,
1.
learning, or the perfection of various movements isimpaired;
2. the
athlete is injury prone;
3. the
development of strength, speed and co-ordination are adversely affected;
4. the
qualitative performance of a movement is limited.Selain itu Harsono
Selain itu(1988:163)
juga menambahkan bahwa,
Hasil-hasil
penelitian menunjukkan bahwa
perbaikan dalam kelentukan akan
dapat :
a. mengurangi kemungkinan terjadinya
cedera-cedera pada otot dan sendi,
b. membantu
dalam mengembangkan kecepatan,
koordinasi, dan kelincahan
(agility),
c. membantu memperkembang prestasi,
d. menghemat
pengeluaran tenaga (efisien)
pada waktu melakukan
gerakangerakan, dan
e. membantu memperbaiki sikap tubuh.
Dari beberapa
penjelasan yang dikemukakan
dapat disimpulkan bahwa
kelentukan memegang
peranan penting bagi
segala tingkatan usia
dalam menunjang aktivitas
kehidupannya sehari-hari. Kelentukan juga sangat diperlukan oleh atlet, karena
atlet yang kelentukannya
baik tidak akan
mudah mengalami cedera,
dan mempunyai peluang yang lebih
besar untuk menciptakan prestasiyang maksimal. Hal ini diperjelas oleh Bahagia
(1997:17) yang menyebutkan “Kemampuanfleksibilitas yang terbatas juga dapat menyebabkan
penguasaan teknik yang kurang baik dan prestasi rendah.”
Menurut Dwijowinoto
(1984/1993:330), “Pengalaman menunjukkan
bahwa elastisitas otot berkurang sesudah masa tak aktif yang panjang.
Sebaliknya, peregangan otot yang teratur
rupanya dapat meningkatkan
elastisitas otot. Tujuan
latihan fleksibilitas adalah untuk
memaksimalkan elastisitas otot.”
Oleh karena itu
agar elastisitas otot dapat
diperoleh dengan hasil
yang maksimal, maka
latihan untuk meningkatkan kelentukan
sangat diperlukan, sebab kelentukan seseorang dapat menurun apabila tidak
dilatih.
2.3.3.
Kelentukan Pergelangan Tangan
dalam Bermain Tenis Meja
Dalam
bermain tenis meja pemain sering menggunakan gerakan tangan dan lengan. Dengan
itu mereka berharap dapat mengembalikan pukulan (stroke) yang baik. Tetapi bagaimana pun mereka berusaha, pukulan
pemain yang demikian tetap lemah dan tidak berkekuatan.
Kalau
inin menguasai permainan tenis meja,pemain harus mengikutsertakan seluruh
tubuhnya, sebagaimana dikemukakan peter simpson (1986, 23) bahwa”dengan bantuan
gerakan tubuh, pukulan-pukulan kita dapat berkembang dengan baik”. Gerakan
tubuh dalam bermain tenis meja di bagi menjadi dua bagian. Bagian tubuh atas
terhitung dari pinggang ke atas. Bagian tubuh sebelah bawah. Pemain tenis meja
harus mengkoordinir gerakan lengan, tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.
Kelentukan perggelangan tangan tersebut akan tercipta pukulan-pukulan dengan
kekuatan maksimal, terutama bagi jenis pukulan loop (bola melambung ke atas), drive
(bola melaju ke depan), dan backspin
(bola melaju ke belakang).
Seseorang
pemain tenis meja dengan pukulan yang akurat, keras, dan cepat, belumlah cukup
untuk menunjang penampilan. Akan tetapi pemain tenis meja senantiasa mampu
mengembalikan pukulan lawan. Prinsip utama menyempurnakan suatu pukulan dalam
bermain tenis meja adalah timming
yang tepat. Yang dimaksud timming dalam bermain tenis meja mengandung dua arti
yaitu saat bet menyentuh bola dan waktu bola itu sedang melaju. Timming untuk
memukul bola harus dikuasai karena berhubungan dengan kelentukan pergelangan
tangan secara keseluruhan.
Ada
pemain tenis meja yang terlalu cepat. Ada pula yang terlalu statis dalam
gerakanya. Pemain-pemain ini kurang menghayati pergerakan ritme permainan.
Pemain seharusnya mampu mengikuti irama permainan, memahami jenis pukulan
lawan, putaran bola dari lawan dan teknik pukulan balasan yang tepat sesuai keadaan
bola. Hal itu diakibatkan karena kurangya kelentukan pergelangan tangan
terhadap berbagai kondisi yang dihadapi saat bermain.
Dapat
disimpulkan bahwa dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis meja,
seorang pemain akan kelihatan kelentukan pergelangan tangan yang baik bila ia
bergerak bola sambil mengayunkan bet, kemudian memukul dengan teknik yang benar
dan luwes. Pemain yang memiliki kemampuan kelentukan pergelangan tangan yang yang
lebih tepat pada sasaran dan lebih leluasa untuk menggerakan tangan tersebut
akan menghasilkan pukulan forehand
untuk menggerakan tangan tersebut, dibandingkan pemain yang kaku atau tidak
leluasa untuk menggerakan pergelangan tangan untuk mengembalikan bola service
lawan.
Pemain
akan lebih mudah dalam mengatisipasi bola yang datang dan melakukan balasan
serangan balasan dengan tepat sasaran. Hal pertama yang akan dilakukan pemain
tenis meja dalam mengatisipasi bola adalah melihat gerakan lawan kemudian
membaca arah datangnya bola kemudian menentukan jarak yang tepat untuk
mengayunkan bet.
Dalam
permainan tenis meja yang lebih banyak menggunakan keterampilan tangan memerlukan komponen kondisi fisik yang
baik dalam hal ini teknik pukulan, untuk menghasilkan pukulan yang baik, pemain
selain memiliki teknik pukulan yang benar juga perlu menggunakan atau
memanksimalkan kelentukan pergelangan tangan dan koordinasi mata akan
menjadikan pemain lebih mudah dalam membaca gerakan lawan sehingga dapat
menembak kemana boal akan datang. Dengan demikian pemain dapat melakukan
antisipasi secara leluasa dan melakukan serangan balik dengan mengarahkan bola
ke tempat yang sulit dijangkau, sehingga pada akhirnya lawan akan kesulitan.