Sabtu, 02 Mei 2015

 BAB II
LANDASAN TEORI


2.1.      Hakikat Bermain Tenis Meja

2.1.1.   Pengertian Tenis Meja

Tenis  meja  merupakan  sebuah  permainan  yang  sederhana.  “Tenis meja adalah suatu cabang olahraga permainan yang sulit menentukan kapan, bagaimana dan dari mana asal muasal permainan tersebut.  Menurut Ksnanto (2010: 20) bahwa “ permainan tenis meja adalah memukul bola kea rah lawan terus-menerus saling silang hingga bola mati”.
Permainan tenis meja merupakan suatu permianan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola yang dipukul oleh pemain dan harus mampu menyebrangkan bola ke daerah lawan setelah bola memantul di daerah permainan sendiri. Permianan ini diawali dengan pukulan dengan pukulan (service) yaitu, bola dipantulkan di meja sendiri lalu melewati atas net dan memantul di meja lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola. Pada permainan ini pemain berusaha untuk mematikan pukulan lawan agar memperoleh angka dari pukulanya.
Seorang pemain tenis meja akan dinyatakan memenangkan pertandingan apabilaterlebih dahulu mengumpulkan angka 21. Apabila suatu saat masing-masing mendapat nilai 20 maka yang menjadi pemenang adalah pemain yang terlebih dahulu mengumpulkan 2 angka lebih banyak (Akrosa Abidin 2003: 113). Pendapatg lain menyatakan bahwa suatu permainan terjadi apabila seorang pemain yang pertama kali mendapatkan poin 11, kecuali kedua pemain sma-sama mendapatkan nilai 10. Kalau terjadi seperti ini maka salah satu pemain harus mendapatkan selisih 2 angka di atasnya, (PB.PTMSI,2008/2009; 7) permainan tenis meja dapat dimainkan baik orang tua, maupun anak-anak. Olahraga ini mudah dimainkan , sarana dan peralatan seperti raket, bet, bola, serta net. Adapun penjelasan peraturan dalam tenis meja sebagai berikut:

a.                   meja-pingpong2.jpgMeja

                                                                                                 



Gambar 2.1. Lapangan tenis meja
Sumber: http://i11211501976.files.wordpress.com/2012/10/meja-pingpong2.jpg

1.      Meja berbentuk persegi panjag dengan ukuran panjang 247cm, lebar 152,5cm, dan tinggi 76cm.
2.      Jarring (net) termasuk tali pegantungnya dengan panjang 183cm, dan tinggi 15,25cm.
b.                  Bola
40mm_table_tennis_ball_Celluloid.jpg


Gambar 2.2. bola tenis meja

Bola yang digunakan berbentuk bulat dengan diameter 40 mm, beratnya 2,7 gram, berwarna orange atau putih yang te
Terbuat dari celulos (celluloid) atau  sejenis  bahan  plastik. Ditengah biasanya terdapat  logo atau gambar yang gunanya untuk mengetahui arah perputaran bola.Dari  pengertian  di  atas  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  permainan tenis  meja  merupakan  suatu  permainan  yang  menggunakan  meja  sebagai tempat  untuk  memantulkan  bola  yang  dipukul  oleh  pemain  yang menggunakan  bet  dan  harus  mampu  menyebrangkan  bola  serta mengembalikan  bola  ke  arah  lawan  setelah  bola  itu  memantul  di  daerah pemain  sendiri.  Sehubungan  dengan  hal  tersebut  keterampilan  dasar  yang baik dan benar didukung pula oleh teknik-teknik yang lain, antara lain yaitu: pegangan  bet,  posisi  atau  sikap  badan  saat  bermain,  jenis  pukulan,  dan kelentukan pergelangan tangan.

b.         Net

Net pada tenis meja mempunyai panjang 1,83 meter dan tinggi 15,25 cm. Di  tengah-tengah  meja  tenis  terdapat  dua  tiang  penyangga  yang dijepitkan  pada  meja  yang  berfungsi  untuk  membentangkan  net. Net/jarring  pada  tenis  meja  pada  dasarnya  sama  dengan  net  yang digunakan pada tenis lapangan, hanya ukuranya yang berbeda.

c.                   Raket/Bet

Tabletennis.jpg
Gambar 2.3. bed tenis meja
Sumber: http://forumkami.net/peralatan-olah-raga-tenis-meja.html

Raket/Bet yang digunakan terdiri dari berbagai ukuran, bentuk atau berat. Bidang  bet  terbuat  dari  kayu/serat  karbon,  tebal,  rata  dan  keras  serta  pegangannya  berwarna.  Sisi  bet  terdiri  dari  dua  bagian  yaitu  kayu  dan  karet.  Ketebalan  daun  raket  minimal  85%  tersebut  dari  kayu;  dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari  total  ketebalan  0,35  mm.  Karet  ada  dua  jenis  yaitu  karet  berbintik panjangnya  tidak  lebih  dari  2  mm  dan  karet  berbintik  ke  dalam ketebalanya tidak melebihi 4 mm.
2.1.2.      Teknik Bermain Tenis Meja
Agar  dapat  bermain  tenis  meja  dengan  baik  dan  berprestasi  secara optimal,  pemain  diwajibkan  menguasai  semua  teknik  pukulan  dasar.  Ada beberapa  macam  teknik  dasar  dalam  permainan  tenis  meja  yang  semua teknik  tersebut  sangat  mendukung  dalam  permainan.  Menurut  Achmad Damiri dan Nurlan kusnaidi (1991:45),  “Pada pokoknya teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan  menjadi:  (a)  Grip  (pegangan),  (b)  Stance  (posisi  badan),  (c) Stroke (pukulan), (d) Footwork (gerakan kaki)”.
a.         Grip (pegangan)
Grip  atau  pegangan  merupakan  factor  yang  sangat  penting  dalam hampir  semua  permainan  yang  menggunakan  raket/pemukul.  Cara memegang  bet  inilah  yang  akan  mentukan  teknik  permainan  dan  cara mengembangkan permainan. Jika sejak semula cara memeg  ang bet sudah salah,  kemungkinan  permainan  tersebut  akan  menghadapi  kesulitan dalam  mempelajari teknik-teknik permainan selanjutnya.  Menurut Larry Hodges (15-20), dalam permainan tenis meja ada  tiga pegangan atau grip yaitu:
1)         Shakehand grip
Shakehand  grip  artinya  pegangan  bet  seperti  kita  bersalaman  (berjabat  tangan).  Adapun  cara  memegang  shakehand  grip  jari-jari tangan  tersusun  seperti  sedang  berjabat  tangan.  Ibu  jari  dan  telunjuk terletak  paralel  menjepit  daun  raket,  sedang  jari  lainnya  secara bersamaan memegang tangkai bet.
Description: http://www.share-pdf.com/3dd7de0e3985405fbe2326bf13936e8f/bab%202%20-NIM.08602241089_images/bab%202%20-NIM.086022410897x1.jpg
Gambar 2.4
Pegangan Shakehan d sisi Forehand dan pegangan Shakehand sisi Backhand
Sumber: (muhajir,2007:29)
2)         Penhold grip
Penhold  Grip  artinya  Pegangan  tangan  seperti  memegang sebuah  pensil,  dengan  ibu  jari  dan  telunjuk  hampir  bertemu  pada permukaan  bet  yang  digunakan  untuk  main  dan  tiga  jari  lainnya memberikan  bantuan  pada  permukaan   bet  yang  tidak  dipergunakan untuk main.
Description: http://www.share-pdf.com/3dd7de0e3985405fbe2326bf13936e8f/bab%202%20-NIM.08602241089_images/bab%202%20-NIM.086022410898x1.jpg
Gambar: 2.5
Pegangan Penhold dari depan dan Pegangan Penhold dari belakang
Sumber: (muhajir, 2007:29)
b.         Stance (sikap atau posisi bermain)
Stance  adalah  posisi  kaki,  badan  dan  tangan,  pada  saat  siap menunggu bola atau pada saat memukul bola (Achmad Damiri, 1992:55).Menurut Achmad Damiri (1992:55-59), Ada  beberapa  stance  yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja,  yaitu:
1) Square stance
Sequare stance  adalah posisi badan menghadap penuh ke meja, baiasnya posisi ini digunakan untuk siap menerima  service  dari lawan atau  siap  kembali  setelah  mengembalikan  pukulan  dari  lawan.  Pada waktu melakukan  square stance,  berat badan seimbang, berada pada kedua  telapak  kaki,  kedua  lutut  bengkok,  kedua  lengan  bawah posisinyta  horizontal,  sedangkan  lengan  atas  vertical.  Badan  sedikit dicondongkan  ke  depan.  Posisi  ini  memungkinkan  pemain  cepat bergerak  ke  berbagai  arah,  dan  dapat  mengembalikan  bola  lawan dengan pukulan forehand ataupun backhand.
clip_image004_thumb.jpg 






Gambar  2.6
Posisi Menghadap Penuh Ke Meja Square Stance
Sumber: (Muhajir, 2007:30)
2) Side stance
Side  Stance  adalah posisi badan menyamping, baik ke samping kiri  maupun  ke  samping  kanan.  Pada  Side  Stance  jarak  antara  salah satu  bahu  ke  meja  (ke  net)  harus  ada  yang  lebih  dekat,  misalnya stance  untuk  forehand stroke  bagi pemain tangan kanan, bahu kirinya lebih  dekat  ke  net,  dan  kaki  kirinya  harus  lebih  dekat  dengan  net. Posisi ini digunakan  hampir untuk semua  gerakan memukul, kecuali pada saat menunggu bola.






maman.jpg           
Gambar  2.7



Gambar 2.7
Side Stance untuk Pukulan Backhand
Sumber: (Muhajir,2007:30)
3)Open Stance
Open  Stance  adalah  modifikasi  dari  Side  Stance.  Posisi  badan sedikit  dicondongkan  ke  depan,  bengkokkan  lutut  dan  angkat  bet mendekati base line.
c.Stroke (pukulan)
Teknik  pukulan  merupakan  salah  satu  teknik  dasar  dalam permainan  tenis  meja  disamping  teknik  dasar  lain  yang  harus  dikuasai oleh  pemain  tenis  meja.  Menurut  Alex  Kertamanah  (2003  :  52),  ”Ada beberapa  jenis  pukulan  yang  dikenal  dalam  olahraga  tenis  meja,  tidak kurang  pula  berbagai  bentuk  pukulan  yang  hampir  serupa  namun mempunyai  unsureyang  berbeda-beda”.  Pada  dasarnya jenis-jenis pukulan itu antara lain : Drive, Push, Block, Smash, Hit, Service, Menurut  Larry  Hodges  (1996  :  XI),“Teknik  pukulan  merupakan salah  satu  teknik  dasar  dalam  permainan  tenis  meja  disamping  teknik dasar  yang  lain  yang  harus  dikuasai  oleh  pemain  tenis  meja”.  Pukulan (stroke) dalam permainan ada berbagai teknik  antara lain:  Service,  Block, Loop, Flip, Chop,danSmash. Menurut  Ahmad  Dhamiri  (1992:59),  “Teknik  pukulan  dalam permainan tenis meja antara lain: push, block, choop, servis, flat, caunter hiting, topspin, drop shot, chooped smash, looped drive, drive, dan filck”.Sedangkan  menurut  Sutarmin  (2007:27),  ”Dalam  permainan  tenis meja  ada  beberapa  jenis  pukulan  antara  lain:  pukulan  drive,  pukulan push, pukulan chop, dan pukulan block”.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis pukulan  dalam  permainan  tenis  meja  antara  lain:  drive,  push,  block,smash, service, chop,dan loop.
2.1.3. Teknik Pukulan dalam Tenis Meja
a.  Drive
Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari  bawah  serong  ke  atas  dan  sikap  bet  tertutup  (Achmad  damiri, 1992: 95)Menurut  Sutarmin  (2007:  27),  “Drive  adalah  gerakan  bet dipukulkan pada bola, dengan gerakan dari bawah serong ke atas dan posisi bet dalam keadaan tertutup”.Sedangkan menurut Alex Kertamanah (2003: 52),  Drive adalah pukulan yang paling kecil tenaga gesekannya.Jadi  dari  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan  pukulan  driveadalah  teknik  pukulan  dengan  tenaga  gesekan  paling  kecil  yang gerakan bet dari bawah serong ke atas dan keadaan sikap bet tertutup.Drive  sering  disebut  juga  lift,  merupakan  dasar  dari  berbagi jenis  pukulan  serangan.  Dengan  ini  pukulan  drive  disebut  sebagai teknik  dari  pukulan  serangan.  Drive  merupakan  salah  satu  teknik pukulan yang sangat penting untuk menghadapi permainan  defensife. Pukulan  drive  ini  memiliki  beberapa  segi  bentuk  perbedaan.
Keistimewaan dari pukulan ini adalah:
a)   Tinggi atau rendah terbang bola di atas ketinggian garis net mudah dikuasai.
b)   Cepat dan lambat lajunya bolatidak akan susah dikendalikan.
c)   Bola bersifat membawa sedikit perputaran.
d)   Bola drive tidak mengandung tenaga yang tidak terlalu keras.
e)   Dapat  diluncurkan  di  setiap  posisi  titik  bola  di  atas  meja  tanpa merasakan  kesulitan  terhadap  bola  berat  (bola-bola  yang  bersifat membawa  perputaran),  ringan,  cepat,  lambat,  tinggi  maupun rendah, serta terhadap berbagi jenis putaran bola.
b. Push
Pukulan  push  berasal dari perkembangan teknik  blok,  sehinggasering disebut pukulan  push block.  Pada dasarnya pukulan  push  atau pukulan mendorong sangat bervariasi yang meliputi : push  datar,  pushmenggesek, dan lain-lain. Pukulan-pukulan  push  biasanya merupakan pukulan  jarak  dekat  dan  jarak  tengah.  Teknik  ini  merupakan  teknik pukulan  bertahan  yang  paling  penting  dan  berperan  aktif  dalam permainan.  Menurut  Alek  Kertamanah  (2003:52),  “Pukulan  push merupakan pukulan mendorong yang digunakan untuk jarak tengah”.  Menurut  Achmad  Damiri  (1991:59),  “Push  adalah  teknik memukul    bola  dengan  gerakan  mendorong,  dengan  sikap  bet terbuka”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007: 27), “Push  adalah gerakan bet  gerakan  memukul  bola  yang  datang  dari  arah  lawan  didorong dengan bet dengan posisi bet terbuka”.Jadi  dari  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  pukulan push  adalah  pukulan  mendorong  dengan  posisi  bet  terbuka  yang digunakan untuk pukulan jarak tengah.
Keistimewaan pukulan push antara lain adalah:
a)   Bola  penuh  dapat  dijadikan  alat  yang  bersifat  penjagaan  untuk melewati  situasi  transisi,  yang  dapat  juga  diubah  menjadi  satupukulan mendorong menjadi serangan balik.
b)   Bola  push  termasuk  bola  polos,  dengan  bola  bertahan  yang mengandung arti serangan balik.
c)   Pukulan  push  dimainkan  pada  bagian  backhand,  pada  yang umumnya  untuk  mewakili  backhand  half  volley  bersifat mencuri  kesempatan  untuk  membangun  melancarkan  serangan forehand.Teknik pukulan ini merupakan salah satu pukulan yang penting bagi  para  pemain  serang  cepat  didekat  meja,  khususnya  yang berpegangan penhold.
c. Block
Pukulan  block  termasuk  jenis  pukulan  bertahan  dan  digunakan pada  saat  berada  posisi  terserang  untuk  menghambat  serangan lanjutan.  Menurut   Achmad  Damiri  (1991:59),  “Block  adalah  teknik memukul  bola  dengan  gerakan  menstop  bola  atau  tindakan membendung bola dengan sikap bet tertutup”.Menurut  Larry Hodges (1996 :  72), “Block  adalah pengambilan yang  cepat,  segera  setelah  bola  memantul  dengan  pukulan  yang agresif  yang  dilakukan  dengan  memegang  bet  dalam  jalur  gerakan bola”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007:29), “block  adalah pukulan bola  dari  arah  lawan  dapat  diblok  dengan  cara  bola  ditutup  dengan bet”.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, block adalah gerakan menstop bola dengan pengambilan yang cepat setelah bola memantul dan posisi bet tertutup.Block  selalu  digunakan  dekat  meja,  sehingga  sering  disebut block  pendek.  Ada  dua  macam  pukulan  block  yaitu  block  datar  dan block redam. Pukulan block termasuk jenis pukulan pertahanan, sering kali  digunakan  pada  saat  berada  dalam  posisi  terserang,  dan  sangat berguna  untuk  merintangi  atau  menghambat  serangan  lanjutan.  Pada umumnya  block  digunakan  di  bagian  backhand,  tetapi  tidak  jarang pula menggunakan bagian forehand.
Keistimewaan block antara lain adalah:
a)   Termasuk  bola  polos,  dan  salah  satu  taktik  untuk  bertahan  darijarak dekat meja.
b)   Keseluruhan  block  pada  prinsipnya  mengembalikan  bola  dengan cara menggunakan ataumeminjam datangnya tenaga desakan bola serangan  lawan,  jika  mampu  secara  tiba-tiba  mengubah arah  titik penempatan bola, sehingga cara memblokir tersebut akan menjadi pukulan serangan block.
d.   Smash
Bola  untuk pukulan  samsh  memerlukan tenaga  besar yang akan menghasilkan bola  cepat dan mematikan. Pukulan  smash  merupakan pukulan  perkembangan  dari  pukulan  hit  dan  tipe  putaran  bolanya termasuk  bola  polos.  “Smash  adalah  bola  dipukul  dengan  kecepatan yang  cukup  sehingga  lawan  tidak  dapat  mengembalikannya”,  (Larry Hodges, 2007:XIV). Menurut   Alek  Kertamanah  (2003:35),  “Smash  disebut  juga pukulan pembunuh bola atau pembantai bola dengan tenaga serangan paling besar dan sangat menyita stamina”. Jadi  dari  pengertian  di  atas  bahwa  smash  adalah  bola  yang dipukul derngan tenaga besar dan dengan kecepatan yang cukup yang menghasilkan bola cepat dan mematikan.Smash  ada  dua  macam  yaitu  pukulan  smash  forehand  dan pukulan  smash  secara  backhand.  Smash  forehand  menghasilkan serangan  yang  paling  bertenaga  yang  selalu  bersamaan  dengan langkah  ke  depan  sambil  telapak  kaki  dihentakan  ke  lantai.  Pukulan ini  sering  menentukan  suatu  kemenangan  maupun  kekalahan  dalam bertanding.  Pukulan  smash forehand  apabila dapat dihalu oleh lawan maka  pukulan  susulannya  akan  lebih  tajam  dai  pada  serangan pertamanya.  Smash  forehand  mengandung  hawa  pembunuh  yang sangat  mematikan,  karena  dalam  prosesnya  menggunakan  kekuatan seluruh  anggota  dan  gerakannya  lebih  besar  dan  cepat  dari  pada pukulan hit.Dalam  pertandingan  para  pemain  berupaya  untuk  melancarkan serangan maupun pertahanan. Keseluruhannya menggambarkan hanya untuk  mencari  peluang  terciptanya  satu  pukulan  smash  yang mematikan. Pukulan  smash  yang keras dan Square  Stance  mematikan sering terlihat dari pukulan smash forehand.
e. Service
Service  sering  kali  difungsikan  untuk  dijadikan  bola  serangan pertama, bola-bola umpan, dan mencegah atau menghindari serangan pertama  dari  lawan.  Menurut  Achmad  Damiri  (1991:72),  “Serviceadalah  teknik  memukul  untuk  menyajikan  bola  pertama  ke  dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut, ke meja servis, kemudian harus melewati atas net dan akhirnya memantul di  meja  lawan”.  Sedangkan  Menurut  Larry  Hodges  (1996  :  11), “Service adalah pukulan pertama, yang dilakukan server”.Jadi  dari  pendapat  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  serviceadalah pukulan pertama dalam permainan, dengan cara memantulkan bola  terlebih  dahulu  ke  meja  service  sampai  melewati  net  dan akhirnya memantul ke meja lawan.Dengan  gerakan-gerakan  yang  hampir  sama  dalam  melakukan service,  dapat  melahirkan  bola  dengan  efek  yang  bermacam-macam baik kecepatan  bola, perputaran bola maupun penempatan bola  yang kadang  susah  diduga.  Maka  tidak  jarang  meraih  angka  dari  sebuah service yang mematikan. Adapun fungsi service adalah:
a)   Dijadikan serangan pertama.
b)   Dijadikan bola-bola umpan.
c)   Untuk mencegah atau menghindari serangan pertama dari lawan.
f. Chop
Chop  adalah  pengambilan  pukulan  yang  bersifat  bertahan dengan menggunakan  backspin, biasanya dilakukan dalam jarak yang cukup dari meja (Larry Hodges. 2007 :97).Menurut  Sutarmin  (2007:  28),  Chop  adalah  gerakan  memukul bola  seperti  gerakan  menebang  pohon,  tangan  yang  memegang  bet berada di  atas bola dan perkenaan bet dengan bola di bagian belakang dan arah pukulan ke bawah”. Sedangkan  menurut  Achmad  Damiri  (1992  :70),  Chop  adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau seperti juga gerakan membacok”. Jadi  dari  pengertian  diatas  dapat  disimpulkan  bahwa,  chop adalah teknik mewmukul bola seperti gerakan menebang pohon.
g. Loop
Loop  adalah  pukulan  topspin  yang  keras,  biasanya  dianggap pukulan  yang  paling  penting  dalam  permainan.  Kebanyakan  pemain mengkhususkan  diri  baik  dalam  menggunakan  loop  atau  menangani loop, (Larry Hodges. 2007:XIII).Menurut  Alex  Kertamanah  (2003:48),  “Loop  adalah  jenis pukulan yang  menghasilkan bola-bola berputaran atas (top spin)  yang membentuk kurva, disebut juga menarik bola”.Jadi dari pengertian di  atas bahwa  loop  adalah  pukulan topspin yang  keras  yang  menghasilkan  bola-bola  berputaran  atas  dengan gerakan menarik bola.Pukulan  loop  berasal  dari  perkembangan  jenis  pukulan  drive.Pukulan jenis ini merupakan salah satu pukulan penting dalam jajaran pukulan jarak pendek dan jarak menengah, yang sangat efektif untuk melawan  bola-bola  cut  dan  bola  chop  para  pemain  defensive.  Maka dari  itu  pemain  melahirkan  variasi-variasi  pukulan  loop  ini,  untuk menghadapi berbagai tipe pemain yang berlainan bolanya.Menurut  Alex  Kertamanah  (2003:48),  pada  dasarnya  pukulan loop dibagi menjadi tiga macam yaitu:
a)   Loop drive,  yaitu bola serangan mengandung perputaran atas yang sangat kuat.Power  loop  drive,  bola  serangan  bersatu  antara  50% mengandung tenaga putaran atas  yang kuat dan 50% tenaga desakan menggesek ke depan menerobos.
c)   Fast  loop  drive,  bola  serangannya  mengandung  sifat  paling cepat  melesat  ke  depan  desrtai  tenaga  terobosan.  Tetapi pukulan ini tidak menghasilkan putaran yang keras.
h.  footwork
Menurut Ahmadnis Damiri dan Nurlan kusnaidi(1992:110) “footwork adalah kemampuan bergerak untuk melakukan pukulan”. Footwork dalam olahraga tenis meja pada garis besarnya dapat dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda.



1.      footwork untuk tunggal
jika dilihatdari banyaknya langkah footwork untuk tunggal dapat dibedakan.
Untuk nomor tunggal
a.       footwork 1 langkah
b.      footwork 2 langkah
c.       footwork 3 langkah
2.      footwork untuk ganda
untuk bermain dengan baik maka footwork pun harus dilatih. Pada permainan ganda kedua pemain dapat mengikuti pada gerak samping kiri, kanan atau depan belakang, dapat menggunakan kombinasi kedua macam gerak tersebut. Kombinasi mana yang akan digunakan tergantung dari tipe kedua pemain, Hodges92002:70). Latihan ini juga meningkatkan control bola.
2.2.  Hakikat keterampilan
2.2.1. Pengertian Keterampilan
Keterampilan dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu keterampilan dan derajat penguasaan yang dicapai oleh seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya. Hal ini terjadi karena kebiasaan yang sudah diterima umum untuk menyatakan bahwa satu atau beberapa pola gerak atau perilaku yang diperluas bias disebut keterampilan, misalnya menulis, memainkan gitar, menyetel mesin, berjalan, berlari, melompat dan sebagainya. Jika ini yang digunakan, maka kata”keterampilan” yang dimaksud adalah kata benda.
Istilah terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi. Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoprasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri Widiastuti, 2010: 49). Sedangkan menurut Hari Amirullah (2003: 17) “istilah terampil juga diartikan sebagai suatu perbuatan atau tugas, dan sebagai indikator  dari suatu tingkat kemahiran”. Menurut Singer dikutip olah Amung (2006: 61)”keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif”.
Menurut Hotintinger(Hari Amirullah, 2003: 18) menyebutkan bahwa:
Keterampilan gerak berdasarkan factor-faktor genetic dan lingkungan dapat dibagi dua yaitu: (a) keterampilan phylognetic, adalah keterampilan yang dibawa sejak lahir, yang dapat berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak tersebu. (b) keterampilan ontogenetic, merupakan keterampilan yang dihasilkan dari latihan dan pengalaman sebagai hasil dari pengaruh lingkungan.
Dengan demikian dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tingkat keterampilan yang baik, perlu memperhatikan hal sebagai berikut: pertama, faktor individu/pribadi yaitu kemauan serta keseriusan yang diajarkan. Kedua, faktor proses belajar mengajar menunjuk kepada bagaimana kondisi belajar dapat disesuaikan dengan potensi individu, dan lingkungan sangat berperan dalam penguasaan keterampilan. Ketiga, faktor situasional menunjuk pada metode dan teknik dari latihan atau praktek yang dilakukan.
2.2.2.   Keterampilan dalam Cabang Olahraga
Menurut Sudrajat Prawirasaputra (2000: 19) menyatakan bahwa”penguasaan keterampilan pada setiap cabang olahraga berdasarkan pada penguasaan keterampilan dasar”. Sedangkan menurut Amung M(2000: 63) “ada tiga sistem yang dapat mewakili perggolongan keterampilan gerak yaitu: (a) stabilitas lingkungan, (b) jelas tidaknya titik awal serta akhir baik dari gerakan, dan (c) ketepatan gerakan yang dimaksud”.olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat mencapai prestasi.
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan olahraga adalah gerakan-gerakan dasar dalam olahraga yang dilakukan dengan suatu teknik lalu gerakan yang dilakukan secara efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seseorang olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat mencapai prestasi.
2.2.3.   Faktor-faktor yang Menentukan Keterampilan Gerak
Ada beberapa faktor yang menentukan keterampilan gerak. Faktor-faktor keterampilan gerak secara umum dibedakan menjadi tiga hal yang utama (1) faktor proses belajar mengajar; (2) faktor pribadi; (3) faktor situasioanal. (Among M dan Yudha M Saputra, 2000: 70).
Pada dasarnya pencapaian keterampilan belajar gerak dapat dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Magill (1984: 44) “ faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak adalah: (1) memahami apa yang harus dipelajari; (2) kesempatan untuk merespon; (3) adanya umpan balik ; dan (4) reinforcement.”
Setiap anak mempunyai perbedaan dalam menerima pembelajaran gerak. Kesuksesan seseorang dalam menguasai sebuah keterampilan banyak ditentukan oleh cirri-ciri atau kemampuan dan bakat dari orang yang bersangkutan. Semakin baik kemampuan dan bakat anak dalam keterampilan tertentu, maka akan semakin mudahlah ia menguasai keterampilan yang dimaksud.
Menurut Singer (1980: 80) menyebutkan bahwa:
“Ada sekitar 12 faktor yang sangat berhubungan dengan upaya pencapaian keterampilan”. Faktor-faktor tersebut yaitu: (1) ketajaman indra; (2) persepsi; (3) intelgensi; (4) ukuran fisik; (5) pengalaman masa lalu; (6) kesanggupan; (7) emosi; (8) motivasi; (9) sikap; (10) faktor-faktor kepribadian  yang lain; (11) jenis kelamin; (12) usia”.
Dapat disimpulkan keterampilan gerak dapat dipengaruhi oelh proses pembelajaran, faktor situasional yang dapat mempengaruhi lebih tertuju pada keadaan lingkungan. Sedangkan faktor situasional di pengaruhi peralatan yang digunakan termasuk media pembelajaran, serta kondisi sekitar di mana pembelajaran itu dilangsungkan.
2.3.      Hakikat Kelentukan
2.3.1.      Pengertian Kelentukan
Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara leluasa (Djoko Pekik Irianto, 2004: 4). Kelentukan sebagai salah satu komponen kesegaran jasmani, merupakan kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi ketegangan sendi dan cedera otot (Ismaryati, 2006: 101).
Menurut Ismaryati (2006: 101), kelentukan dibagi menjadi dua macam yaitu kelentukan dinamis (aktif) dan kelentukan statis (pasif). Kelentukan dinamis adalah kemampuan menggunakan persendian dan otot secara terus menerus dalam ruang gerak yang penuh dengan cepat, dan tanpa tahanan gerakan. Misalnya menendang bola tanpa tahanan atau beban pada otot-otothamstring dan sendi panggul, kelentukan dinamis sangat sulit diukur. Kelentukan statis adalah kemampuan sendi untuk melakukan gerak dalam ruang yang besar, misalnya gerakan split.Jadi dalam kelentukan statis yang diukur adalah besarnya ruang gerak.
Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 68), kualitas kelentukan dipengaruhi oleh stuktur sendi, kualitas otot tendo dan ligamen, usia, serta suhu. Menurut Mochamad Sajoto (1998: 51), kelentukan adalah kemampuan persendian, ligamen dan tendodisekitar persendian, untuk melakukan gerakan seluas-luasnya. Kelentukan persendian berpengaruh terhadap mobilitas dan dinamika kerja seseorang dan bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan cedera (Djoko Pekik Irianto, 2004: 68). Hal ini sesuai dengan pendapat Mochhamad Sajoto (1998: 51) bahwa kelentukan penting karena apabila seseorang mengalami kurang luas gerak dalam persendiannya, maka hal ini akan menimbulkan gangguan kurang gerak dan mudah menimbulkan cedera serta kurang cepatnya kelenturan gerakan kita, sehingga aktifitas kita menjadi terbatas serta beban otot menjadi lebih berat.
Menurut Bompa (1983: 317-318), faktor-faktor yang
mempengaruhi kelentukan seseorang antara lain :
a.   Bentuk, tipe, struktur, sendi, ligament dan tendo.
b.   Otot sekitar persendian.
c.   Umur dan jenis kelamin. Anak-anak dan wanita pada umumnya memiliki kelentukan yang baik. Kelentukan yang maksimal dicapai pada umur 15-16 tahun.
d.   Temperatur tubuh dan otot. Pada suhu 40 derajat Celsius kelentukan meningkat 20%, sedangkan pada suhu 18 derajat Celsius menurun 10-20%.
e.   Waktu harian, kelentukan optimum terjadi pada pukul 10.00-11.00 dan pada pukul 16.00-17.00 WIB, sebagai akibat perubahan biologis sistem syaraf pusat dan tegangan otot.
f.    Kelelahan dan emosi.
Bertambahnya usia seseorang, maka hal ini memiliki konsekuensi munculnya gangguan pada persendian tubuh bagian bawah dan sering diikuti oleh penurunan keseimbangan dan gangguan berjalan (Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA, 1999: 8). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka seseorang perlu menjaga kelentukan, yaitu dengan melakukan gerakan-gerakan merenggang persendian dan mengatur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA (1999: 64) takaran latihan kelentukan adalah sebagai berikut: frekuensi; intensitas, ukuran intensitas latihan adalah sampai muncul rasa tidak enak; time berkisar antara 10-60 detik; dengan lama latihan tiapsession3-20 menit. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan perggelangan tangan adalah kemampuan melakukan gerakan-gerakan merenggang dan mengatur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2.3.2.      Peran Kelentukan dalam Olahraga Tenis Meja
Kelentukan  memegang  peranan  yang  penting  dalam  hampir  setiap  cabang olahraga.  Selain  untuk  olahraga,  kelentukanpun  memegang  peranan  penting  bermain tenis meja. Hal ini dapat terlihat dalam dunia anak-anak maupun dunia orang tua. Dalam dunia anak-anak, kelentukan sangat penting karena dunia anak-anak adalah  dunia bermain. Kegiatan bermain tenis meja membutuhkan keterampilan memukul bola dalam tenis meja, dan keterampilan tersebut membutuhkan  kelentukan.   Orang  tua juga  sangat  memerlukan  kelentukan,  karena fleksibilitas  yang  baik  akan  mendukung  kemampuan  gerak  dalam  melakukan  aktivitas sehari-hari.
Pechtl (1982) dalam Bompa (1994:317) menjelaskan bahwa,
An  inadequate  development  of  flexibility,  or  no  flexibility  reverse,  may  lead  to
various deficiences,
1.  learning, or the perfection of various movements isimpaired;
2.  the athlete is injury prone;
3.  the development of strength, speed and co-ordination are adversely affected;
4.  the qualitative performance of a movement is limited.Selain itu Harsono
Selain itu(1988:163) juga menambahkan bahwa,
Hasil-hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perbaikan  dalam  kelentukan akan
dapat :
a.   mengurangi kemungkinan terjadinya cedera-cedera pada otot dan sendi,
b.   membantu  dalam  mengembangkan  kecepatan,  koordinasi, dan  kelincahan
(agility),
c.   membantu memperkembang prestasi,
d.   menghemat  pengeluaran  tenaga  (efisien)  pada  waktu  melakukan  gerakangerakan, dan
e.   membantu memperbaiki sikap tubuh.
Dari  beberapa  penjelasan  yang  dikemukakan  dapat  disimpulkan  bahwa
kelentukan  memegang  peranan  penting  bagi  segala  tingkatan  usia  dalam  menunjang aktivitas kehidupannya sehari-hari. Kelentukan juga sangat diperlukan oleh atlet, karena atlet  yang  kelentukannya  baik  tidak  akan  mudah  mengalami  cedera,  dan  mempunyai peluang yang lebih besar untuk menciptakan prestasiyang maksimal. Hal ini diperjelas oleh Bahagia (1997:17) yang menyebutkan “Kemampuanfleksibilitas yang terbatas juga dapat menyebabkan penguasaan teknik yang kurang baik dan prestasi rendah.”
Menurut  Dwijowinoto  (1984/1993:330),   “Pengalaman  menunjukkan  bahwa elastisitas otot berkurang sesudah masa tak aktif yang panjang. Sebaliknya, peregangan otot  yang  teratur  rupanya  dapat  meningkatkan  elastisitas  otot.    Tujuan  latihan fleksibilitas  adalah  untuk  memaksimalkan  elastisitas  otot.”   Oleh  karena  itu  agar elastisitas  otot  dapat  diperoleh  dengan  hasil  yang  maksimal,  maka  latihan  untuk meningkatkan kelentukan sangat diperlukan, sebab kelentukan seseorang dapat menurun apabila tidak dilatih.
2.3.3.       Kelentukan Pergelangan Tangan dalam Bermain Tenis Meja
Dalam bermain tenis meja pemain sering menggunakan gerakan tangan dan lengan. Dengan itu mereka berharap dapat mengembalikan pukulan (stroke) yang baik. Tetapi bagaimana pun mereka berusaha, pukulan pemain yang demikian tetap lemah dan tidak berkekuatan.
Kalau inin menguasai permainan tenis meja,pemain harus mengikutsertakan seluruh tubuhnya, sebagaimana dikemukakan peter simpson (1986, 23) bahwa”dengan bantuan gerakan tubuh, pukulan-pukulan kita dapat berkembang dengan baik”. Gerakan tubuh dalam bermain tenis meja di bagi menjadi dua bagian. Bagian tubuh atas terhitung dari pinggang ke atas. Bagian tubuh sebelah bawah. Pemain tenis meja harus mengkoordinir gerakan lengan, tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah. Kelentukan perggelangan tangan tersebut akan tercipta pukulan-pukulan dengan kekuatan maksimal, terutama bagi jenis pukulan loop (bola melambung ke atas), drive (bola melaju ke depan), dan backspin (bola melaju ke belakang).
Seseorang pemain tenis meja dengan pukulan yang akurat, keras, dan cepat, belumlah cukup untuk menunjang penampilan. Akan tetapi pemain tenis meja senantiasa mampu mengembalikan pukulan lawan. Prinsip utama menyempurnakan suatu pukulan dalam bermain tenis meja adalah timming yang tepat. Yang dimaksud timming dalam bermain tenis meja mengandung dua arti yaitu saat bet menyentuh bola dan waktu bola itu sedang melaju. Timming untuk memukul bola harus dikuasai karena berhubungan dengan kelentukan pergelangan tangan secara keseluruhan.
Ada pemain tenis meja yang terlalu cepat. Ada pula yang terlalu statis dalam gerakanya. Pemain-pemain ini kurang menghayati pergerakan ritme permainan. Pemain seharusnya mampu mengikuti irama permainan, memahami jenis pukulan lawan, putaran bola dari lawan dan teknik pukulan balasan yang tepat sesuai keadaan bola. Hal itu diakibatkan karena kurangya kelentukan pergelangan tangan terhadap berbagai kondisi yang dihadapi saat bermain.
Dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis meja, seorang pemain akan kelihatan kelentukan pergelangan tangan yang baik bila ia bergerak bola sambil mengayunkan bet, kemudian memukul dengan teknik yang benar dan luwes. Pemain yang memiliki kemampuan kelentukan pergelangan tangan yang yang lebih tepat pada sasaran dan lebih leluasa untuk menggerakan tangan tersebut akan menghasilkan pukulan forehand untuk menggerakan tangan tersebut, dibandingkan pemain yang kaku atau tidak leluasa untuk menggerakan pergelangan tangan untuk mengembalikan bola service lawan.
Pemain akan lebih mudah dalam mengatisipasi bola yang datang dan melakukan balasan serangan balasan dengan tepat sasaran. Hal pertama yang akan dilakukan pemain tenis meja dalam mengatisipasi bola adalah melihat gerakan lawan kemudian membaca arah datangnya bola kemudian menentukan jarak yang tepat untuk mengayunkan bet.

Dalam permainan tenis meja yang lebih banyak menggunakan keterampilan  tangan memerlukan komponen kondisi fisik yang baik dalam hal ini teknik pukulan, untuk menghasilkan pukulan yang baik, pemain selain memiliki teknik pukulan yang benar juga perlu menggunakan atau memanksimalkan kelentukan pergelangan tangan dan koordinasi mata akan menjadikan pemain lebih mudah dalam membaca gerakan lawan sehingga dapat menembak kemana boal akan datang. Dengan demikian pemain dapat melakukan antisipasi secara leluasa dan melakukan serangan balik dengan mengarahkan bola ke tempat yang sulit dijangkau, sehingga pada akhirnya lawan akan kesulitan. BAB II
LANDASAN TEORI


2.1.      Hakikat Bermain Tenis Meja

2.1.1.   Pengertian Tenis Meja

Tenis  meja  merupakan  sebuah  permainan  yang  sederhana.  “Tenis meja adalah suatu cabang olahraga permainan yang sulit menentukan kapan, bagaimana dan dari mana asal muasal permainan tersebut.  Menurut Ksnanto (2010: 20) bahwa “ permainan tenis meja adalah memukul bola kea rah lawan terus-menerus saling silang hingga bola mati”.
Permainan tenis meja merupakan suatu permianan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola yang dipukul oleh pemain dan harus mampu menyebrangkan bola ke daerah lawan setelah bola memantul di daerah permainan sendiri. Permianan ini diawali dengan pukulan dengan pukulan (service) yaitu, bola dipantulkan di meja sendiri lalu melewati atas net dan memantul di meja lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola. Pada permainan ini pemain berusaha untuk mematikan pukulan lawan agar memperoleh angka dari pukulanya.
Seorang pemain tenis meja akan dinyatakan memenangkan pertandingan apabilaterlebih dahulu mengumpulkan angka 21. Apabila suatu saat masing-masing mendapat nilai 20 maka yang menjadi pemenang adalah pemain yang terlebih dahulu mengumpulkan 2 angka lebih banyak (Akrosa Abidin 2003: 113). Pendapatg lain menyatakan bahwa suatu permainan terjadi apabila seorang pemain yang pertama kali mendapatkan poin 11, kecuali kedua pemain sma-sama mendapatkan nilai 10. Kalau terjadi seperti ini maka salah satu pemain harus mendapatkan selisih 2 angka di atasnya, (PB.PTMSI,2008/2009; 7) permainan tenis meja dapat dimainkan baik orang tua, maupun anak-anak. Olahraga ini mudah dimainkan , sarana dan peralatan seperti raket, bet, bola, serta net. Adapun penjelasan peraturan dalam tenis meja sebagai berikut:

a.                   meja-pingpong2.jpgMeja

                                                                                                 



Gambar 2.1. Lapangan tenis meja
Sumber: http://i11211501976.files.wordpress.com/2012/10/meja-pingpong2.jpg

1.      Meja berbentuk persegi panjag dengan ukuran panjang 247cm, lebar 152,5cm, dan tinggi 76cm.
2.      Jarring (net) termasuk tali pegantungnya dengan panjang 183cm, dan tinggi 15,25cm.
b.                  Bola
40mm_table_tennis_ball_Celluloid.jpg


Gambar 2.2. bola tenis meja

Bola yang digunakan berbentuk bulat dengan diameter 40 mm, beratnya 2,7 gram, berwarna orange atau putih yang te
Terbuat dari celulos (celluloid) atau  sejenis  bahan  plastik. Ditengah biasanya terdapat  logo atau gambar yang gunanya untuk mengetahui arah perputaran bola.Dari  pengertian  di  atas  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  permainan tenis  meja  merupakan  suatu  permainan  yang  menggunakan  meja  sebagai tempat  untuk  memantulkan  bola  yang  dipukul  oleh  pemain  yang menggunakan  bet  dan  harus  mampu  menyebrangkan  bola  serta mengembalikan  bola  ke  arah  lawan  setelah  bola  itu  memantul  di  daerah pemain  sendiri.  Sehubungan  dengan  hal  tersebut  keterampilan  dasar  yang baik dan benar didukung pula oleh teknik-teknik yang lain, antara lain yaitu: pegangan  bet,  posisi  atau  sikap  badan  saat  bermain,  jenis  pukulan,  dan kelentukan pergelangan tangan.

b.         Net

Net pada tenis meja mempunyai panjang 1,83 meter dan tinggi 15,25 cm. Di  tengah-tengah  meja  tenis  terdapat  dua  tiang  penyangga  yang dijepitkan  pada  meja  yang  berfungsi  untuk  membentangkan  net. Net/jarring  pada  tenis  meja  pada  dasarnya  sama  dengan  net  yang digunakan pada tenis lapangan, hanya ukuranya yang berbeda.

c.                   Raket/Bet

Tabletennis.jpg
Gambar 2.3. bed tenis meja
Sumber: http://forumkami.net/peralatan-olah-raga-tenis-meja.html

Raket/Bet yang digunakan terdiri dari berbagai ukuran, bentuk atau berat. Bidang  bet  terbuat  dari  kayu/serat  karbon,  tebal,  rata  dan  keras  serta  pegangannya  berwarna.  Sisi  bet  terdiri  dari  dua  bagian  yaitu  kayu  dan  karet.  Ketebalan  daun  raket  minimal  85%  tersebut  dari  kayu;  dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari  total  ketebalan  0,35  mm.  Karet  ada  dua  jenis  yaitu  karet  berbintik panjangnya  tidak  lebih  dari  2  mm  dan  karet  berbintik  ke  dalam ketebalanya tidak melebihi 4 mm.
2.1.2.      Teknik Bermain Tenis Meja
Agar  dapat  bermain  tenis  meja  dengan  baik  dan  berprestasi  secara optimal,  pemain  diwajibkan  menguasai  semua  teknik  pukulan  dasar.  Ada beberapa  macam  teknik  dasar  dalam  permainan  tenis  meja  yang  semua teknik  tersebut  sangat  mendukung  dalam  permainan.  Menurut  Achmad Damiri dan Nurlan kusnaidi (1991:45),  “Pada pokoknya teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan  menjadi:  (a)  Grip  (pegangan),  (b)  Stance  (posisi  badan),  (c) Stroke (pukulan), (d) Footwork (gerakan kaki)”.
a.         Grip (pegangan)
Grip  atau  pegangan  merupakan  factor  yang  sangat  penting  dalam hampir  semua  permainan  yang  menggunakan  raket/pemukul.  Cara memegang  bet  inilah  yang  akan  mentukan  teknik  permainan  dan  cara mengembangkan permainan. Jika sejak semula cara memeg  ang bet sudah salah,  kemungkinan  permainan  tersebut  akan  menghadapi  kesulitan dalam  mempelajari teknik-teknik permainan selanjutnya.  Menurut Larry Hodges (15-20), dalam permainan tenis meja ada  tiga pegangan atau grip yaitu:
1)         Shakehand grip
Shakehand  grip  artinya  pegangan  bet  seperti  kita  bersalaman  (berjabat  tangan).  Adapun  cara  memegang  shakehand  grip  jari-jari tangan  tersusun  seperti  sedang  berjabat  tangan.  Ibu  jari  dan  telunjuk terletak  paralel  menjepit  daun  raket,  sedang  jari  lainnya  secara bersamaan memegang tangkai bet.
Description: http://www.share-pdf.com/3dd7de0e3985405fbe2326bf13936e8f/bab%202%20-NIM.08602241089_images/bab%202%20-NIM.086022410897x1.jpg
Gambar 2.4
Pegangan Shakehan d sisi Forehand dan pegangan Shakehand sisi Backhand
Sumber: (muhajir,2007:29)
2)         Penhold grip
Penhold  Grip  artinya  Pegangan  tangan  seperti  memegang sebuah  pensil,  dengan  ibu  jari  dan  telunjuk  hampir  bertemu  pada permukaan  bet  yang  digunakan  untuk  main  dan  tiga  jari  lainnya memberikan  bantuan  pada  permukaan   bet  yang  tidak  dipergunakan untuk main.
Description: http://www.share-pdf.com/3dd7de0e3985405fbe2326bf13936e8f/bab%202%20-NIM.08602241089_images/bab%202%20-NIM.086022410898x1.jpg
Gambar: 2.5
Pegangan Penhold dari depan dan Pegangan Penhold dari belakang
Sumber: (muhajir, 2007:29)
b.         Stance (sikap atau posisi bermain)
Stance  adalah  posisi  kaki,  badan  dan  tangan,  pada  saat  siap menunggu bola atau pada saat memukul bola (Achmad Damiri, 1992:55).Menurut Achmad Damiri (1992:55-59), Ada  beberapa  stance  yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja,  yaitu:
1) Square stance
Sequare stance  adalah posisi badan menghadap penuh ke meja, baiasnya posisi ini digunakan untuk siap menerima  service  dari lawan atau  siap  kembali  setelah  mengembalikan  pukulan  dari  lawan.  Pada waktu melakukan  square stance,  berat badan seimbang, berada pada kedua  telapak  kaki,  kedua  lutut  bengkok,  kedua  lengan  bawah posisinyta  horizontal,  sedangkan  lengan  atas  vertical.  Badan  sedikit dicondongkan  ke  depan.  Posisi  ini  memungkinkan  pemain  cepat bergerak  ke  berbagai  arah,  dan  dapat  mengembalikan  bola  lawan dengan pukulan forehand ataupun backhand.
clip_image004_thumb.jpg 





Gambar  2.6
Posisi Menghadap Penuh Ke Meja Square Stance
Sumber: (Muhajir, 2007:30)
2) Side stance
Side  Stance  adalah posisi badan menyamping, baik ke samping kiri  maupun  ke  samping  kanan.  Pada  Side  Stance  jarak  antara  salah satu  bahu  ke  meja  (ke  net)  harus  ada  yang  lebih  dekat,  misalnya stance  untuk  forehand stroke  bagi pemain tangan kanan, bahu kirinya lebih  dekat  ke  net,  dan  kaki  kirinya  harus  lebih  dekat  dengan  net. Posisi ini digunakan  hampir untuk semua  gerakan memukul, kecuali pada saat menunggu bola.






maman.jpg           
Gambar  2.7



Gambar 2.7
Side Stance untuk Pukulan Backhand
Sumber: (Muhajir,2007:30)
3)Open Stance
Open  Stance  adalah  modifikasi  dari  Side  Stance.  Posisi  badan sedikit  dicondongkan  ke  depan,  bengkokkan  lutut  dan  angkat  bet mendekati base line.
c.Stroke (pukulan)
Teknik  pukulan  merupakan  salah  satu  teknik  dasar  dalam permainan  tenis  meja  disamping  teknik  dasar  lain  yang  harus  dikuasai oleh  pemain  tenis  meja.  Menurut  Alex  Kertamanah  (2003  :  52),  ”Ada beberapa  jenis  pukulan  yang  dikenal  dalam  olahraga  tenis  meja,  tidak kurang  pula  berbagai  bentuk  pukulan  yang  hampir  serupa  namun mempunyai  unsureyang  berbeda-beda”.  Pada  dasarnya jenis-jenis pukulan itu antara lain : Drive, Push, Block, Smash, Hit, Service, Menurut  Larry  Hodges  (1996  :  XI),“Teknik  pukulan  merupakan salah  satu  teknik  dasar  dalam  permainan  tenis  meja  disamping  teknik dasar  yang  lain  yang  harus  dikuasai  oleh  pemain  tenis  meja”.  Pukulan (stroke) dalam permainan ada berbagai teknik  antara lain:  Service,  Block, Loop, Flip, Chop,danSmash. Menurut  Ahmad  Dhamiri  (1992:59),  “Teknik  pukulan  dalam permainan tenis meja antara lain: push, block, choop, servis, flat, caunter hiting, topspin, drop shot, chooped smash, looped drive, drive, dan filck”.Sedangkan  menurut  Sutarmin  (2007:27),  ”Dalam  permainan  tenis meja  ada  beberapa  jenis  pukulan  antara  lain:  pukulan  drive,  pukulan push, pukulan chop, dan pukulan block”.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis pukulan  dalam  permainan  tenis  meja  antara  lain:  drive,  push,  block,smash, service, chop,dan loop.
2.1.3. Teknik Pukulan dalam Tenis Meja
a.  Drive
Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari  bawah  serong  ke  atas  dan  sikap  bet  tertutup  (Achmad  damiri, 1992: 95)Menurut  Sutarmin  (2007:  27),  “Drive  adalah  gerakan  bet dipukulkan pada bola, dengan gerakan dari bawah serong ke atas dan posisi bet dalam keadaan tertutup”.Sedangkan menurut Alex Kertamanah (2003: 52),  Drive adalah pukulan yang paling kecil tenaga gesekannya.Jadi  dari  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan  pukulan  driveadalah  teknik  pukulan  dengan  tenaga  gesekan  paling  kecil  yang gerakan bet dari bawah serong ke atas dan keadaan sikap bet tertutup.Drive  sering  disebut  juga  lift,  merupakan  dasar  dari  berbagi jenis  pukulan  serangan.  Dengan  ini  pukulan  drive  disebut  sebagai teknik  dari  pukulan  serangan.  Drive  merupakan  salah  satu  teknik pukulan yang sangat penting untuk menghadapi permainan  defensife. Pukulan  drive  ini  memiliki  beberapa  segi  bentuk  perbedaan.
Keistimewaan dari pukulan ini adalah:
a)   Tinggi atau rendah terbang bola di atas ketinggian garis net mudah dikuasai.
b)   Cepat dan lambat lajunya bolatidak akan susah dikendalikan.
c)   Bola bersifat membawa sedikit perputaran.
d)   Bola drive tidak mengandung tenaga yang tidak terlalu keras.
e)   Dapat  diluncurkan  di  setiap  posisi  titik  bola  di  atas  meja  tanpa merasakan  kesulitan  terhadap  bola  berat  (bola-bola  yang  bersifat membawa  perputaran),  ringan,  cepat,  lambat,  tinggi  maupun rendah, serta terhadap berbagi jenis putaran bola.
b. Push
Pukulan  push  berasal dari perkembangan teknik  blok,  sehinggasering disebut pukulan  push block.  Pada dasarnya pukulan  push  atau pukulan mendorong sangat bervariasi yang meliputi : push  datar,  pushmenggesek, dan lain-lain. Pukulan-pukulan  push  biasanya merupakan pukulan  jarak  dekat  dan  jarak  tengah.  Teknik  ini  merupakan  teknik pukulan  bertahan  yang  paling  penting  dan  berperan  aktif  dalam permainan.  Menurut  Alek  Kertamanah  (2003:52),  “Pukulan  push merupakan pukulan mendorong yang digunakan untuk jarak tengah”.  Menurut  Achmad  Damiri  (1991:59),  “Push  adalah  teknik memukul    bola  dengan  gerakan  mendorong,  dengan  sikap  bet terbuka”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007: 27), “Push  adalah gerakan bet  gerakan  memukul  bola  yang  datang  dari  arah  lawan  didorong dengan bet dengan posisi bet terbuka”.Jadi  dari  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  pukulan push  adalah  pukulan  mendorong  dengan  posisi  bet  terbuka  yang digunakan untuk pukulan jarak tengah.
Keistimewaan pukulan push antara lain adalah:
a)   Bola  penuh  dapat  dijadikan  alat  yang  bersifat  penjagaan  untuk melewati  situasi  transisi,  yang  dapat  juga  diubah  menjadi  satupukulan mendorong menjadi serangan balik.
b)   Bola  push  termasuk  bola  polos,  dengan  bola  bertahan  yang mengandung arti serangan balik.
c)   Pukulan  push  dimainkan  pada  bagian  backhand,  pada  yang umumnya  untuk  mewakili  backhand  half  volley  bersifat mencuri  kesempatan  untuk  membangun  melancarkan  serangan forehand.Teknik pukulan ini merupakan salah satu pukulan yang penting bagi  para  pemain  serang  cepat  didekat  meja,  khususnya  yang berpegangan penhold.
c. Block
Pukulan  block  termasuk  jenis  pukulan  bertahan  dan  digunakan pada  saat  berada  posisi  terserang  untuk  menghambat  serangan lanjutan.  Menurut   Achmad  Damiri  (1991:59),  “Block  adalah  teknik memukul  bola  dengan  gerakan  menstop  bola  atau  tindakan membendung bola dengan sikap bet tertutup”.Menurut  Larry Hodges (1996 :  72), “Block  adalah pengambilan yang  cepat,  segera  setelah  bola  memantul  dengan  pukulan  yang agresif  yang  dilakukan  dengan  memegang  bet  dalam  jalur  gerakan bola”.Sedangkan menurut Sutarmin (2007:29), “block  adalah pukulan bola  dari  arah  lawan  dapat  diblok  dengan  cara  bola  ditutup  dengan bet”.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, block adalah gerakan menstop bola dengan pengambilan yang cepat setelah bola memantul dan posisi bet tertutup.Block  selalu  digunakan  dekat  meja,  sehingga  sering  disebut block  pendek.  Ada  dua  macam  pukulan  block  yaitu  block  datar  dan block redam. Pukulan block termasuk jenis pukulan pertahanan, sering kali  digunakan  pada  saat  berada  dalam  posisi  terserang,  dan  sangat berguna  untuk  merintangi  atau  menghambat  serangan  lanjutan.  Pada umumnya  block  digunakan  di  bagian  backhand,  tetapi  tidak  jarang pula menggunakan bagian forehand.
Keistimewaan block antara lain adalah:
a)   Termasuk  bola  polos,  dan  salah  satu  taktik  untuk  bertahan  darijarak dekat meja.
b)   Keseluruhan  block  pada  prinsipnya  mengembalikan  bola  dengan cara menggunakan ataumeminjam datangnya tenaga desakan bola serangan  lawan,  jika  mampu  secara  tiba-tiba  mengubah arah  titik penempatan bola, sehingga cara memblokir tersebut akan menjadi pukulan serangan block.
d.   Smash
Bola  untuk pukulan  samsh  memerlukan tenaga  besar yang akan menghasilkan bola  cepat dan mematikan. Pukulan  smash  merupakan pukulan  perkembangan  dari  pukulan  hit  dan  tipe  putaran  bolanya termasuk  bola  polos.  “Smash  adalah  bola  dipukul  dengan  kecepatan yang  cukup  sehingga  lawan  tidak  dapat  mengembalikannya”,  (Larry Hodges, 2007:XIV). Menurut   Alek  Kertamanah  (2003:35),  “Smash  disebut  juga pukulan pembunuh bola atau pembantai bola dengan tenaga serangan paling besar dan sangat menyita stamina”. Jadi  dari  pengertian  di  atas  bahwa  smash  adalah  bola  yang dipukul derngan tenaga besar dan dengan kecepatan yang cukup yang menghasilkan bola cepat dan mematikan.Smash  ada  dua  macam  yaitu  pukulan  smash  forehand  dan pukulan  smash  secara  backhand.  Smash  forehand  menghasilkan serangan  yang  paling  bertenaga  yang  selalu  bersamaan  dengan langkah  ke  depan  sambil  telapak  kaki  dihentakan  ke  lantai.  Pukulan ini  sering  menentukan  suatu  kemenangan  maupun  kekalahan  dalam bertanding.  Pukulan  smash forehand  apabila dapat dihalu oleh lawan maka  pukulan  susulannya  akan  lebih  tajam  dai  pada  serangan pertamanya.  Smash  forehand  mengandung  hawa  pembunuh  yang sangat  mematikan,  karena  dalam  prosesnya  menggunakan  kekuatan seluruh  anggota  dan  gerakannya  lebih  besar  dan  cepat  dari  pada pukulan hit.Dalam  pertandingan  para  pemain  berupaya  untuk  melancarkan serangan maupun pertahanan. Keseluruhannya menggambarkan hanya untuk  mencari  peluang  terciptanya  satu  pukulan  smash  yang mematikan. Pukulan  smash  yang keras dan Square  Stance  mematikan sering terlihat dari pukulan smash forehand.
e. Service
Service  sering  kali  difungsikan  untuk  dijadikan  bola  serangan pertama, bola-bola umpan, dan mencegah atau menghindari serangan pertama  dari  lawan.  Menurut  Achmad  Damiri  (1991:72),  “Serviceadalah  teknik  memukul  untuk  menyajikan  bola  pertama  ke  dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut, ke meja servis, kemudian harus melewati atas net dan akhirnya memantul di  meja  lawan”.  Sedangkan  Menurut  Larry  Hodges  (1996  :  11), “Service adalah pukulan pertama, yang dilakukan server”.Jadi  dari  pendapat  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  serviceadalah pukulan pertama dalam permainan, dengan cara memantulkan bola  terlebih  dahulu  ke  meja  service  sampai  melewati  net  dan akhirnya memantul ke meja lawan.Dengan  gerakan-gerakan  yang  hampir  sama  dalam  melakukan service,  dapat  melahirkan  bola  dengan  efek  yang  bermacam-macam baik kecepatan  bola, perputaran bola maupun penempatan bola  yang kadang  susah  diduga.  Maka  tidak  jarang  meraih  angka  dari  sebuah service yang mematikan. Adapun fungsi service adalah:
a)   Dijadikan serangan pertama.
b)   Dijadikan bola-bola umpan.
c)   Untuk mencegah atau menghindari serangan pertama dari lawan.
f. Chop
Chop  adalah  pengambilan  pukulan  yang  bersifat  bertahan dengan menggunakan  backspin, biasanya dilakukan dalam jarak yang cukup dari meja (Larry Hodges. 2007 :97).Menurut  Sutarmin  (2007:  28),  Chop  adalah  gerakan  memukul bola  seperti  gerakan  menebang  pohon,  tangan  yang  memegang  bet berada di  atas bola dan perkenaan bet dengan bola di bagian belakang dan arah pukulan ke bawah”. Sedangkan  menurut  Achmad  Damiri  (1992  :70),  Chop  adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau seperti juga gerakan membacok”. Jadi  dari  pengertian  diatas  dapat  disimpulkan  bahwa,  chop adalah teknik mewmukul bola seperti gerakan menebang pohon.
g. Loop
Loop  adalah  pukulan  topspin  yang  keras,  biasanya  dianggap pukulan  yang  paling  penting  dalam  permainan.  Kebanyakan  pemain mengkhususkan  diri  baik  dalam  menggunakan  loop  atau  menangani loop, (Larry Hodges. 2007:XIII).Menurut  Alex  Kertamanah  (2003:48),  “Loop  adalah  jenis pukulan yang  menghasilkan bola-bola berputaran atas (top spin)  yang membentuk kurva, disebut juga menarik bola”.Jadi dari pengertian di  atas bahwa  loop  adalah  pukulan topspin yang  keras  yang  menghasilkan  bola-bola  berputaran  atas  dengan gerakan menarik bola.Pukulan  loop  berasal  dari  perkembangan  jenis  pukulan  drive.Pukulan jenis ini merupakan salah satu pukulan penting dalam jajaran pukulan jarak pendek dan jarak menengah, yang sangat efektif untuk melawan  bola-bola  cut  dan  bola  chop  para  pemain  defensive.  Maka dari  itu  pemain  melahirkan  variasi-variasi  pukulan  loop  ini,  untuk menghadapi berbagai tipe pemain yang berlainan bolanya.Menurut  Alex  Kertamanah  (2003:48),  pada  dasarnya  pukulan loop dibagi menjadi tiga macam yaitu:
a)   Loop drive,  yaitu bola serangan mengandung perputaran atas yang sangat kuat.Power  loop  drive,  bola  serangan  bersatu  antara  50% mengandung tenaga putaran atas  yang kuat dan 50% tenaga desakan menggesek ke depan menerobos.
c)   Fast  loop  drive,  bola  serangannya  mengandung  sifat  paling cepat  melesat  ke  depan  desrtai  tenaga  terobosan.  Tetapi pukulan ini tidak menghasilkan putaran yang keras.
h.  footwork
Menurut Ahmadnis Damiri dan Nurlan kusnaidi(1992:110) “footwork adalah kemampuan bergerak untuk melakukan pukulan”. Footwork dalam olahraga tenis meja pada garis besarnya dapat dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda.



1.      footwork untuk tunggal
jika dilihatdari banyaknya langkah footwork untuk tunggal dapat dibedakan.
Untuk nomor tunggal
a.       footwork 1 langkah
b.      footwork 2 langkah
c.       footwork 3 langkah
2.      footwork untuk ganda
untuk bermain dengan baik maka footwork pun harus dilatih. Pada permainan ganda kedua pemain dapat mengikuti pada gerak samping kiri, kanan atau depan belakang, dapat menggunakan kombinasi kedua macam gerak tersebut. Kombinasi mana yang akan digunakan tergantung dari tipe kedua pemain, Hodges92002:70). Latihan ini juga meningkatkan control bola.
2.2.  Hakikat keterampilan
2.2.1. Pengertian Keterampilan
Keterampilan dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu keterampilan dan derajat penguasaan yang dicapai oleh seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya. Hal ini terjadi karena kebiasaan yang sudah diterima umum untuk menyatakan bahwa satu atau beberapa pola gerak atau perilaku yang diperluas bias disebut keterampilan, misalnya menulis, memainkan gitar, menyetel mesin, berjalan, berlari, melompat dan sebagainya. Jika ini yang digunakan, maka kata”keterampilan” yang dimaksud adalah kata benda.
Istilah terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi. Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoprasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri Widiastuti, 2010: 49). Sedangkan menurut Hari Amirullah (2003: 17) “istilah terampil juga diartikan sebagai suatu perbuatan atau tugas, dan sebagai indikator  dari suatu tingkat kemahiran”. Menurut Singer dikutip olah Amung (2006: 61)”keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif”.
Menurut Hotintinger(Hari Amirullah, 2003: 18) menyebutkan bahwa:
Keterampilan gerak berdasarkan factor-faktor genetic dan lingkungan dapat dibagi dua yaitu: (a) keterampilan phylognetic, adalah keterampilan yang dibawa sejak lahir, yang dapat berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak tersebu. (b) keterampilan ontogenetic, merupakan keterampilan yang dihasilkan dari latihan dan pengalaman sebagai hasil dari pengaruh lingkungan.
Dengan demikian dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tingkat keterampilan yang baik, perlu memperhatikan hal sebagai berikut: pertama, faktor individu/pribadi yaitu kemauan serta keseriusan yang diajarkan. Kedua, faktor proses belajar mengajar menunjuk kepada bagaimana kondisi belajar dapat disesuaikan dengan potensi individu, dan lingkungan sangat berperan dalam penguasaan keterampilan. Ketiga, faktor situasional menunjuk pada metode dan teknik dari latihan atau praktek yang dilakukan.
2.2.2.   Keterampilan dalam Cabang Olahraga
Menurut Sudrajat Prawirasaputra (2000: 19) menyatakan bahwa”penguasaan keterampilan pada setiap cabang olahraga berdasarkan pada penguasaan keterampilan dasar”. Sedangkan menurut Amung M(2000: 63) “ada tiga sistem yang dapat mewakili perggolongan keterampilan gerak yaitu: (a) stabilitas lingkungan, (b) jelas tidaknya titik awal serta akhir baik dari gerakan, dan (c) ketepatan gerakan yang dimaksud”.olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat mencapai prestasi.
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan olahraga adalah gerakan-gerakan dasar dalam olahraga yang dilakukan dengan suatu teknik lalu gerakan yang dilakukan secara efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seseorang olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat mencapai prestasi.
2.2.3.   Faktor-faktor yang Menentukan Keterampilan Gerak
Ada beberapa faktor yang menentukan keterampilan gerak. Faktor-faktor keterampilan gerak secara umum dibedakan menjadi tiga hal yang utama (1) faktor proses belajar mengajar; (2) faktor pribadi; (3) faktor situasioanal. (Among M dan Yudha M Saputra, 2000: 70).
Pada dasarnya pencapaian keterampilan belajar gerak dapat dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Magill (1984: 44) “ faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak adalah: (1) memahami apa yang harus dipelajari; (2) kesempatan untuk merespon; (3) adanya umpan balik ; dan (4) reinforcement.”
Setiap anak mempunyai perbedaan dalam menerima pembelajaran gerak. Kesuksesan seseorang dalam menguasai sebuah keterampilan banyak ditentukan oleh cirri-ciri atau kemampuan dan bakat dari orang yang bersangkutan. Semakin baik kemampuan dan bakat anak dalam keterampilan tertentu, maka akan semakin mudahlah ia menguasai keterampilan yang dimaksud.
Menurut Singer (1980: 80) menyebutkan bahwa:
“Ada sekitar 12 faktor yang sangat berhubungan dengan upaya pencapaian keterampilan”. Faktor-faktor tersebut yaitu: (1) ketajaman indra; (2) persepsi; (3) intelgensi; (4) ukuran fisik; (5) pengalaman masa lalu; (6) kesanggupan; (7) emosi; (8) motivasi; (9) sikap; (10) faktor-faktor kepribadian  yang lain; (11) jenis kelamin; (12) usia”.
Dapat disimpulkan keterampilan gerak dapat dipengaruhi oelh proses pembelajaran, faktor situasional yang dapat mempengaruhi lebih tertuju pada keadaan lingkungan. Sedangkan faktor situasional di pengaruhi peralatan yang digunakan termasuk media pembelajaran, serta kondisi sekitar di mana pembelajaran itu dilangsungkan.
2.3.      Hakikat Kelentukan
2.3.1.      Pengertian Kelentukan
Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara leluasa (Djoko Pekik Irianto, 2004: 4). Kelentukan sebagai salah satu komponen kesegaran jasmani, merupakan kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi ketegangan sendi dan cedera otot (Ismaryati, 2006: 101).
Menurut Ismaryati (2006: 101), kelentukan dibagi menjadi dua macam yaitu kelentukan dinamis (aktif) dan kelentukan statis (pasif). Kelentukan dinamis adalah kemampuan menggunakan persendian dan otot secara terus menerus dalam ruang gerak yang penuh dengan cepat, dan tanpa tahanan gerakan. Misalnya menendang bola tanpa tahanan atau beban pada otot-otothamstring dan sendi panggul, kelentukan dinamis sangat sulit diukur. Kelentukan statis adalah kemampuan sendi untuk melakukan gerak dalam ruang yang besar, misalnya gerakan split.Jadi dalam kelentukan statis yang diukur adalah besarnya ruang gerak.
Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 68), kualitas kelentukan dipengaruhi oleh stuktur sendi, kualitas otot tendo dan ligamen, usia, serta suhu. Menurut Mochamad Sajoto (1998: 51), kelentukan adalah kemampuan persendian, ligamen dan tendodisekitar persendian, untuk melakukan gerakan seluas-luasnya. Kelentukan persendian berpengaruh terhadap mobilitas dan dinamika kerja seseorang dan bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan cedera (Djoko Pekik Irianto, 2004: 68). Hal ini sesuai dengan pendapat Mochhamad Sajoto (1998: 51) bahwa kelentukan penting karena apabila seseorang mengalami kurang luas gerak dalam persendiannya, maka hal ini akan menimbulkan gangguan kurang gerak dan mudah menimbulkan cedera serta kurang cepatnya kelenturan gerakan kita, sehingga aktifitas kita menjadi terbatas serta beban otot menjadi lebih berat.
Menurut Bompa (1983: 317-318), faktor-faktor yang
mempengaruhi kelentukan seseorang antara lain :
a.   Bentuk, tipe, struktur, sendi, ligament dan tendo.
b.   Otot sekitar persendian.
c.   Umur dan jenis kelamin. Anak-anak dan wanita pada umumnya memiliki kelentukan yang baik. Kelentukan yang maksimal dicapai pada umur 15-16 tahun.
d.   Temperatur tubuh dan otot. Pada suhu 40 derajat Celsius kelentukan meningkat 20%, sedangkan pada suhu 18 derajat Celsius menurun 10-20%.
e.   Waktu harian, kelentukan optimum terjadi pada pukul 10.00-11.00 dan pada pukul 16.00-17.00 WIB, sebagai akibat perubahan biologis sistem syaraf pusat dan tegangan otot.
f.    Kelelahan dan emosi.
Bertambahnya usia seseorang, maka hal ini memiliki konsekuensi munculnya gangguan pada persendian tubuh bagian bawah dan sering diikuti oleh penurunan keseimbangan dan gangguan berjalan (Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA, 1999: 8). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka seseorang perlu menjaga kelentukan, yaitu dengan melakukan gerakan-gerakan merenggang persendian dan mengatur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK MENPORA (1999: 64) takaran latihan kelentukan adalah sebagai berikut: frekuensi; intensitas, ukuran intensitas latihan adalah sampai muncul rasa tidak enak; time berkisar antara 10-60 detik; dengan lama latihan tiapsession3-20 menit. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan perggelangan tangan adalah kemampuan melakukan gerakan-gerakan merenggang dan mengatur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2.3.2.      Peran Kelentukan dalam Olahraga Tenis Meja
Kelentukan  memegang  peranan  yang  penting  dalam  hampir  setiap  cabang olahraga.  Selain  untuk  olahraga,  kelentukanpun  memegang  peranan  penting  bermain tenis meja. Hal ini dapat terlihat dalam dunia anak-anak maupun dunia orang tua. Dalam dunia anak-anak, kelentukan sangat penting karena dunia anak-anak adalah  dunia bermain. Kegiatan bermain tenis meja membutuhkan keterampilan memukul bola dalam tenis meja, dan keterampilan tersebut membutuhkan  kelentukan.   Orang  tua juga  sangat  memerlukan  kelentukan,  karena fleksibilitas  yang  baik  akan  mendukung  kemampuan  gerak  dalam  melakukan  aktivitas sehari-hari.
Pechtl (1982) dalam Bompa (1994:317) menjelaskan bahwa,
An  inadequate  development  of  flexibility,  or  no  flexibility  reverse,  may  lead  to
various deficiences,
1.  learning, or the perfection of various movements isimpaired;
2.  the athlete is injury prone;
3.  the development of strength, speed and co-ordination are adversely affected;
4.  the qualitative performance of a movement is limited.Selain itu Harsono
Selain itu(1988:163) juga menambahkan bahwa,
Hasil-hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perbaikan  dalam  kelentukan akan
dapat :
a.   mengurangi kemungkinan terjadinya cedera-cedera pada otot dan sendi,
b.   membantu  dalam  mengembangkan  kecepatan,  koordinasi, dan  kelincahan
(agility),
c.   membantu memperkembang prestasi,
d.   menghemat  pengeluaran  tenaga  (efisien)  pada  waktu  melakukan  gerakangerakan, dan
e.   membantu memperbaiki sikap tubuh.
Dari  beberapa  penjelasan  yang  dikemukakan  dapat  disimpulkan  bahwa
kelentukan  memegang  peranan  penting  bagi  segala  tingkatan  usia  dalam  menunjang aktivitas kehidupannya sehari-hari. Kelentukan juga sangat diperlukan oleh atlet, karena atlet  yang  kelentukannya  baik  tidak  akan  mudah  mengalami  cedera,  dan  mempunyai peluang yang lebih besar untuk menciptakan prestasiyang maksimal. Hal ini diperjelas oleh Bahagia (1997:17) yang menyebutkan “Kemampuanfleksibilitas yang terbatas juga dapat menyebabkan penguasaan teknik yang kurang baik dan prestasi rendah.”
Menurut  Dwijowinoto  (1984/1993:330),   “Pengalaman  menunjukkan  bahwa elastisitas otot berkurang sesudah masa tak aktif yang panjang. Sebaliknya, peregangan otot  yang  teratur  rupanya  dapat  meningkatkan  elastisitas  otot.    Tujuan  latihan fleksibilitas  adalah  untuk  memaksimalkan  elastisitas  otot.”   Oleh  karena  itu  agar elastisitas  otot  dapat  diperoleh  dengan  hasil  yang  maksimal,  maka  latihan  untuk meningkatkan kelentukan sangat diperlukan, sebab kelentukan seseorang dapat menurun apabila tidak dilatih.
2.3.3.       Kelentukan Pergelangan Tangan dalam Bermain Tenis Meja
Dalam bermain tenis meja pemain sering menggunakan gerakan tangan dan lengan. Dengan itu mereka berharap dapat mengembalikan pukulan (stroke) yang baik. Tetapi bagaimana pun mereka berusaha, pukulan pemain yang demikian tetap lemah dan tidak berkekuatan.
Kalau inin menguasai permainan tenis meja,pemain harus mengikutsertakan seluruh tubuhnya, sebagaimana dikemukakan peter simpson (1986, 23) bahwa”dengan bantuan gerakan tubuh, pukulan-pukulan kita dapat berkembang dengan baik”. Gerakan tubuh dalam bermain tenis meja di bagi menjadi dua bagian. Bagian tubuh atas terhitung dari pinggang ke atas. Bagian tubuh sebelah bawah. Pemain tenis meja harus mengkoordinir gerakan lengan, tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah. Kelentukan perggelangan tangan tersebut akan tercipta pukulan-pukulan dengan kekuatan maksimal, terutama bagi jenis pukulan loop (bola melambung ke atas), drive (bola melaju ke depan), dan backspin (bola melaju ke belakang).
Seseorang pemain tenis meja dengan pukulan yang akurat, keras, dan cepat, belumlah cukup untuk menunjang penampilan. Akan tetapi pemain tenis meja senantiasa mampu mengembalikan pukulan lawan. Prinsip utama menyempurnakan suatu pukulan dalam bermain tenis meja adalah timming yang tepat. Yang dimaksud timming dalam bermain tenis meja mengandung dua arti yaitu saat bet menyentuh bola dan waktu bola itu sedang melaju. Timming untuk memukul bola harus dikuasai karena berhubungan dengan kelentukan pergelangan tangan secara keseluruhan.
Ada pemain tenis meja yang terlalu cepat. Ada pula yang terlalu statis dalam gerakanya. Pemain-pemain ini kurang menghayati pergerakan ritme permainan. Pemain seharusnya mampu mengikuti irama permainan, memahami jenis pukulan lawan, putaran bola dari lawan dan teknik pukulan balasan yang tepat sesuai keadaan bola. Hal itu diakibatkan karena kurangya kelentukan pergelangan tangan terhadap berbagai kondisi yang dihadapi saat bermain.
Dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis meja, seorang pemain akan kelihatan kelentukan pergelangan tangan yang baik bila ia bergerak bola sambil mengayunkan bet, kemudian memukul dengan teknik yang benar dan luwes. Pemain yang memiliki kemampuan kelentukan pergelangan tangan yang yang lebih tepat pada sasaran dan lebih leluasa untuk menggerakan tangan tersebut akan menghasilkan pukulan forehand untuk menggerakan tangan tersebut, dibandingkan pemain yang kaku atau tidak leluasa untuk menggerakan pergelangan tangan untuk mengembalikan bola service lawan.
Pemain akan lebih mudah dalam mengatisipasi bola yang datang dan melakukan balasan serangan balasan dengan tepat sasaran. Hal pertama yang akan dilakukan pemain tenis meja dalam mengatisipasi bola adalah melihat gerakan lawan kemudian membaca arah datangnya bola kemudian menentukan jarak yang tepat untuk mengayunkan bet.
Dalam permainan tenis meja yang lebih banyak menggunakan keterampilan  tangan memerlukan komponen kondisi fisik yang baik dalam hal ini teknik pukulan, untuk menghasilkan pukulan yang baik, pemain selain memiliki teknik pukulan yang benar juga perlu menggunakan atau memanksimalkan kelentukan pergelangan tangan dan koordinasi mata akan menjadikan pemain lebih mudah dalam membaca gerakan lawan sehingga dapat menembak kemana boal akan datang. Dengan demikian pemain dapat melakukan antisipasi secara leluasa dan melakukan serangan balik dengan mengarahkan bola ke tempat yang sulit dijangkau, sehingga pada akhirnya lawan akan kesulitan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar